Sri Mulyani: Tak Ada Kontroversi soal Anggaran Negara untuk Rumah Jokowi

19 Desember 2022 17:37 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo (tengah) berbincang dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kanan) di sela mengikuti Working Session 3 KTT G20 Indonesia 2022 di Nusa Dua, Bali, Rabu (16/11/2022). Foto: Zabur Karuru/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo (tengah) berbincang dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kanan) di sela mengikuti Working Session 3 KTT G20 Indonesia 2022 di Nusa Dua, Bali, Rabu (16/11/2022). Foto: Zabur Karuru/Antara Foto
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Presiden Jokowi dipastikan akan mendapatkan rumah dari negara setelah selesai masa jabatannya di tahun 2024 mendatang. Fasilitas yang didapatkan Jokowi dan juga Ma'ruf Amin ini menuai protes.
ADVERTISEMENT
Merespons hal tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan tidak ada yang perlu dipermasalahkan. Mengingat hal tersebut sudah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 52 Tahun 2014 tentang Pengadaan dan Standar Rumah bagi Mantan Presiden dan/atau Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia.
Sri Mulyani mengungkapkan, anggaran yang digunakan untuk membangun rumah presiden sudah disiapkan di dalam anggaran Bendahara Umum Negara.
"Kalau sudah ditetapkan lokasinya (oleh) beliau nanti diestimasi sesuai dengan proses yang diatur dalam peraturan," terang dia.
Sebelumnya, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, meĺalui sambungan telepon mengatakan hal tersebut telah sesuai dengan prosedur pengadaan tanah oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg).
"Yang saya tahu pengadaan tanah itu oleh Mensesneg sudah dibayarkan. Karena jual beli tanah itu kan ada pajak. Dibaliknamakan Biaya Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sudah dibayarkan ke kas daerah pemerintah Kabupaten Karanganyar," terangnya, Jumat (16/12).
ADVERTISEMENT
Bupati Karanganyar, Juliyatmono, memastikan rumah dari negara untuk Presiden Jokowi lokasinya berada di Karanganyar tepatnya di Kecamatan Colomadu, di Jalan Adisucipto, timur rumah makan Taman Sari.
"Rencananya itu semacam rumah presiden seperti yang diberikan kepada beliau-beliau yang sudah melaksanakan tugas sebagai presiden. Yang saya tahu itu prosedur pengadaan tanah sudah clear, kalau surat-surat resmi memang belum ada," lanjutnya.
"Pengadaannya tahun ini belum lama, tepatnya bulan apa saya lupa. Tahun ini yang sudah pasti, sudah dibayarkan BPHTB. Tentu ada pajaknya sudah dibayar sudah clear. Iya masih lahan, mestinya dalam waktu 2 tahun terakhir mesti sudah dibangun," terangnya.
Juliyatmono mewakili masyarakat Karanganyar mengaku sangat bangga karena di wilayahnya akan ada rumah untuk tokoh pemimpin bangsa ini.
ADVERTISEMENT
"Dampak positifnya, tokoh yang setiap saat pasti akan hadir. Tamu-tamu konsultasi, nasihat, dan minta saran. Pasti akan terus berkelanjutan sehingga Colomadu bisa menjadi terus berkembang," tandasnya.
Sementara itu Camat Colomadu, Sriyono Budi Santoso atau kerap disapa Edo, juga membenarkan hal tersebut. Edo memperkirakan luas tanah tersebut berkisar antara 2.000-3.000 meter.
"Kalau status tanahnya, saya enggak begitu tahu. Hanya mendapatkan informasi, dulu itu tanah hak milik. Luas kisaran 2.000-3000 meter. Dari segi akses di situ gampang, ke bandara cepat, ke mana-mana cepat," terangnya.