Bisnis
·
23 November 2020 8:26

Sri Mulyani Ungkap Komitmen G20 Soal Pemulihan Ekonomi Sampai Pandemi Usai

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Sri Mulyani Ungkap Komitmen G20 Soal Pemulihan Ekonomi Sampai Pandemi Usai (669558)
Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam acara Kongres kedua AMSI. Foto: Arifin Asydhad/kumparan
Dampak pandemi COVID-19 terhadap perekonomian global dan pemulihannya, menjadi salah satu pembahasan di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 tahun 2020.
ADVERTISEMENT
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, penurunan pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu dampak nyata dari pandemi COVID-19.
Menurut dia, semua negara telah melakukan berbagai tindakan extraordinary yang diharapkan bisa meningkatkan defisit fiskalnya. Sri Mulyani menjelaskan, menjaga sustainability dari tingkat utang baik di level publik maupun swasta juga menjadi fokus yang harus dilihat saat ini dan setelah masa COVID-19.
"Juga potensi naiknya borrowing costs maupun terjadinya crawding out. Ini yang akan dimintakan oleh para pemimpin G20 untuk Menteri Keuangan dan gubernur bank sentral di dalam melihat dampak COVID tersebut," kata Sri Mulyani saat konferensi pers secara virtual di Youtube Sekretariat Presiden, dikutip kumparan pada Senin (23/11).
Sri Mulyani menegaskan komitmen dari seluruh negara untuk menggunakan instrumen fiskal dan moneternya sangat dibutuhkan. Kebijakan tersebut dinilai bisa melindungi masyarakat, menciptakan lapangan kerja, hingga menjadi upaya pemulihan ekonomi masing-masing negara, termasuk secara global.
ADVERTISEMENT
"Kemudian menjadi pemulihan ekonomi global. Juga perlu diperhatikan mengenai stabilitas sistem keuangan karena ini akan menjadi salah satu isu yang harus diperhatikan," ujar Sri Mulyani.
Kebijakan fiskal dan moneter tersebut diharapkan tetap diberikan sampai pemulihan ekonomi benar-benar sudah stabil. Ia mengungkapkan dalam kesempatan KTT G20 tahun ini juga mendukung mengenai peningkatan inklusi keuangan.
Sri Mulyani Ungkap Komitmen G20 Soal Pemulihan Ekonomi Sampai Pandemi Usai (669559)
Menteri Keuangan Sri MulyaniHadiri KTT G20 Tahun 2020 secara Virtual. Foto: Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden
Selain itu, Sri Mulyani menjelaskan akses khususnya pendanaan vaksin corona juga menjadi kebijakan yang harus didorong. Sebab, pemulihan ekonomi global sulit terjadi kalau vaksin sulit diakses semua negara.
"Dari sisi pendanaan untuk pengobatan maupun terapi serta dari sisi vaksin COVID akan menjadi sangat penting dan ini adalah salah satu upaya dari para leaders untuk mendukung upaya global agar akses dan affordability dari terapi maupun pengobatan atau vaksin COVID bisa terjadi," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Lebih lanjut, Sri Mulyani menuturkan permasalahan menyangkut utang dari negara miskin di Afrika dan negara lainnya juga diperhatikan. Menurutnya negara-negara tersebut saat ini sedang menghadapi situasi beban fiskal yang sangat besar.
Untuk itu, Sri Mulyani mengatakan bakal ada inisiatif Debt Service Suspension Initiative (DSSI) untuk memberikan kelonggaran pembayaran utang bagi negara miskin.
"Ada 46 negara yang sudah eligible dari 77 negara yang eligible untuk mengikuti restrukturisasi utang tersebut dengan total USD 4,9 miliar. Juga dilakukan koordinasi antara para kreditur yang ada didalam Paris club maupun yang non Paris club," ujarnya.
"Juga dilakukan persuasi agar pihak privat sektor untuk turut berpartisipasi di dalam pemberian kelonggaran bagi negara-negara miskin di dalam mencicil utangnya," tambahnya.
ADVERTISEMENT