kumparan
29 Januari 2020 14:09

Starbucks Tutup 2.100 Gerai di China karena Virus Corona

Suasana di Starbucks
Suasana di Starbucks Foto: Amanaturrosyidah/kumparan
Starbucks memutuskan menutup separuh gerainya di China untuk mengantisipasi penyebaran virus corona yang telah menelan 132 korban jiwa. Saat ini, Starbucks memiliki 4.292 kedai, yang artinya sekitar 2.100-an gerai harus ditutup sementara.
ADVERTISEMENT
Dalam waktu dekat, penutupan gerai akibat virus corona akan berdampak terhadap kinerja keuangan kuartal II dan sepanjang 2020, karena China tercatat sebagai pasar terbesar ke-2 bagi Starbucks setelah Amerika Serikat (AS).
Petugas medis, virus corona, Hubei, China
Petugas medis disemprot disinfektan sebelum masuk ke rumah sakit di Wuhan di Provinsi Hubei, China. Foto: STR / AFP
Meski demikian, kedai kopi yang pertama kali didirikan di Seattle AS tersebut optimistis kinerja akan kembali normal dalam jangka panjang.
"Kita masih yakin dan percaya terhadap peluang jangka panjang di China," kata CEO Starbucks Kevin Johnson seperti ditulis Wall Street Journal (WSJ), Rabu (29/1).
Starbucks pun melakukan penyesuaian terhadap target keuangan 2020 karena virus corona belum bisa diprediksi kapan bisa diselesaikan.
Selain Starbucks, gerai McDonald's juga menutup tokonya di China karena virus corona. Kondisi tersebut membuat harga saham perusahaan-perusahaan F&B tersebut berguguran pada perdagangan Senin-Selasa.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan