Bisnis
·
16 September 2020 20:16

Sudah 398 Ribu Guru Honorer yang Mendapat Subsidi Gaji

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Sudah 398 Ribu Guru Honorer yang Mendapat Subsidi Gaji (235545)
Ilustrasi guru mengajar. Foto: Shutterstock
Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional (Satgas PEN), melaporkan hingga 14 September 2020, sudah 398.637 guru honorer mendapatkan subsidi gaji.
ADVERTISEMENT
Subsidi sebesar Rp 600 ribu per bulan diberikan dalam per dua bulan sejak diluncurkan pada 27 Agustus oleh Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) bekerjasama dengan BPJamsostek.
"Saat ini data terkait guru honorer akan terus diverifikasi. Semoga jumlahnya dapat bertambah lagi," ujar Ketua Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional (Satgas PEN), Budi Gunadi Sadikin, dalam jumpa pers virtual, Rabu (16/9).
Tenaga honorer pendidik yang mendapatkan subsidi gaji adalah mereka yang terdaftar sebagai peserta BPJamsostek atau BPJS Ketenagakerjaan.
Subsidi untuk guru honorer ini bagian dari program Subsidi Gaji bagi pekerja berpenghasilan di bawah Rp 5 juta per bulan, termasuk pekerja non-ASN di kementerian dan lembaga, namun tidak termasuk karyawan BUMN.
Hingga 14 September 2020, realisasi penyaluran anggaran subsidi gaji sudah mencapai Rp 7 Triliun, atau 17,43 persen dari pagu Rp 37,87 Triliun. Hingga akhir tahun, 15,72 juta pekerja ditargetkan dapat menerima subsidi ini.
Sudah 398 Ribu Guru Honorer yang Mendapat Subsidi Gaji (235546)
Wakil Menteri BUMN I Budi Gunadi Sadikin di Kementerian BUMN. Foto: Dok. Kementerian BUMN
Sejak terbentuk pada 20 Juli, Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), melalui Satgas PEN, sudah menyalurkan anggaran pemulihan ekonomi nasional sebanyak Rp 87,58 Triliun.
ADVERTISEMENT
Budi Gunadi Sadikin mengatakan, Satgas PEN akan berupaya mendorong agar penyerapan anggaran mitigasi tersebut mencapai Rp 100 triliun hingga akhir kuartal III.
"Target agar penyerapan bisa mencapai Rp 100 Triliun pada kuartal III merupakan bagian dari proses yang krusial untuk menetralkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang negatif pada kuartal II," kata Budi.
Hingga 14 September 2020, penyerapan anggaran pemulihan ekonomi nasional sudah mencapai Rp 240,9 Triliun atau 34,6 persen dari pagu anggaran Rp 695,2 trilun.