Suku Bunga Acuan BI Diramal Segera Naik, Cicilan KPR Bakal Semakin Tinggi

9 Agustus 2022 8:32
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Pekerja menyelesaikan pembangunan perumahan. Foto: ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja menyelesaikan pembangunan perumahan. Foto: ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas
ADVERTISEMENT
Bank Indonesia (BI) diprediksi akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Pasalnya, jarak antara suku bunga BI dengan Federal Reserve (The Fed) semakin menyempit.
ADVERTISEMENT
Saat ini suku bunga acuan BI berada di level 3,5 persen. Sementara suku bunga acuan AS atau The Fed berada di level 2,5 persen.
Kepala Ekonom Bank Rakyat Indonesia (BRI) Anton Hendranata mengatakan jika angka inflasi inti mendekati 3 persen, ada kemungkinan BI akan menaikkan suku bunga acuannya. Adapun inflasi inti di Juli 2022 mencapai 2,86 persen.
"Kalau seandainya BI terpaksa kalau harus menaikkan suku bunga acuannya, itu bukan berarti mengorbankan pertumbuhan ekonomi yang sudah semakin baik. Karena di globalnya jauh lebih agresif," ungkap Anton melalui keterangan tertulis, Senin (8/8).
Hal senada juga disampaikan Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah. Ia menganggap BI tidak memiliki banyak pilihan dan harus merespons kebijakan The Fed dengan segera menaikkan suku bunga acuan BI 7 Day Repo Rate.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Meski begitu, Piter mengakui kenaikan suku bunga acuan yang diambil bank sentral bisa berdampak juga ke suku bunga KPR yang akan terkerek naik.
"Kenaikan suku bunga acuan itu akan mendorong semua bunga naik. Termasuk bunga KPR. Kalau tidak disubsidi akan naik. Jadi saya kira yang harus dilakukan oleh BI adalah segera melakukan penyesuaian suku bunga acuan. Menurut saya seharusnya BI sudah menaikkan suku bunga acuan mulai bulan ini (Juni)," kata Piter.
Di sisi lain, Direktur Center for Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan investor telah mewanti-wanti kenaikan suku bunga tersebut. Kenaikan suku bunga berimbas pada pemulihan ekonomi Indonesia.
"Suku bunga naik, cost kredit dan ekspansi biaya usaha akan relatif lebih mahal. Anak-anak muda susah dapat rumah, dan dampaknya langsung kena ke kita semua," terang Bhima.
ADVERTISEMENT
Bhima khawatir kenaikan suku bunga akan berimbas pada suku bunga pinjaman, khususnya kredit modal kerja, kredit konsumsi, dan KPR. Terlebih, permintaan KPR dari para milenial akan meningkat seiring pemulihan ekonomi.