kumparan
5 Juni 2018 13:01

Suku Bunga BI Naik Jadi 4,75%, Dana Asing Masuk Rp 13 Triliun

Gubernur BI, Perry Warjiyo
Gubernur BI, Perry Warjiyo (Foto: Garin Gustavian/kumparan)
Bank Indonesia (BI) mencatat, sejak 24 Mei 2018 hingga kini, arus dana asing yang masuk ke pasar domestik, terutama ke pasar Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp 13 triliun. Pada bulan lalu, bank sentral telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 4,75%.
ADVERTISEMENT
"Sekitar Rp 13 triliun sejak 24 Mei 2018 inflow masuk khususnya ke SBN," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (5/6).
Perry mengatakan, inflow tersebut juga menambah pasokan likuiditas di pasar valuta asing (valas). Masuknya dana tersebut juga didorong oleh langkah dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang melakukan lelang SBN dengan pemenangan yang semakin tinggi.
Ilustrasi Mata Uang Dolar
Ilustrasi Mata Uang Dolar (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
Dalam beberapa waktu lalu, pasar modal domestik terus bergejolak. Demi meredam besarnya dana asing yang keluar, BI pun turut mengambil tindakan untuk menambah kepemilikannya di pasar SBN.
Dengan adanya inflow ini, dapat menambah kepercayaan investor di pasar keuangan dan membuat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat.
Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, kurs rupiah hari ini mencapai Rp 13.887 per dolar AS, sedikit melemah dibandingkan Senin (4/6) sebesar Rp 13.872 per dolar AS. Namun demikian, rupiah mulai menguat dibandingkan akhir bulan Mei 2018 yang mencapai Rp 14.032 per dolar AS.
ADVERTISEMENT
"Ini dorong confidence pasar dan nilai tukar menguat," tambahnya.
Ditemui di tempat terpisah, Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo menambahkan secara year to date (ytd) per 4 Juni 2018, rupiah masih terdepresiasi 2,94%. Meski demikan angka tersebut tercatat lebih baik dari presentase sebelumnya.
“Kita mengalami the best performance. Kinerja nilai tukar paling baik di Asia selama 10 hari ini. Depresiasi ytd 2,94% tapi ini membaik dari sebelumnya 3,2% karena terjadi apresiasi selama 10 hari terakhir ini. Jadi membuat depresiasinya Januari sampai 4 Juni menurun,” timpal Dody di Gedung BEI, Kawasan Sudirman, Jakarta.
Dody menilai saat ini BI akan berfokus untuk mengembalikan sentimen postif pasar. Pasar harus yakin bahwa ekonomi Indonesia masih dalam kondisi baik. BI pun akan selalu siap untuk memitigasi setiap risiko yang muncul.
ADVERTISEMENT
“Ini tinggal bagaimana meyakinkan kalau outlook ke depan ekonomi kita masih baik. Ekonomi kita tidak buruk. Resiko yang ada bisa dimitigasi,” tutupnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan