Tahun Depan, 6 Terminal Bus Akan Dibangun di Perbatasan Negara

3 September 2018 18:08
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tahun Depan, 6 Terminal Bus Akan Dibangun di Perbatasan Negara (57056)
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/9/2018). (Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan membangun 6 terminal bus di perbatasan negara, yakni terletak di Badau, Aruk, Wini, Motaain, Motamasin, dan Skouw. Terminal bus tersebut akan mulai dibangun di 2019.
ADVERTISEMENT
“Di Skouw, perbatasan Indonesia-Papua New Guinea, untuk terminal barang internasional. Dananya termasuk pembebasan lahan,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Gedung DPR RI, Jakarta Selatan, Senin (3/9).
Dalam pembangunan bus di daerah perbatasan itu, Kemenhub akan mengawasi kinerja kontraktor karena terminal bus tersebut merupakan pintu masuk dan keluar Indonesia.
Tahun Depan, 6 Terminal Bus Akan Dibangun di Perbatasan Negara (57057)
zoom-in-whitePerbesar
Bus di Terminal Pulo Gebang (Foto: Abdul Latif/kumparan)
Selain membangun 6 terminal bus di perbatasan, pihaknya juga akan melanjutkan pembangunan terminal bus tipe A di Kota Padang, Kabupaten Demak, Kota Kupang, Kabupaten Bolaang Mogondow, Kabupaten Entrop dan Kabupaten Klaten.
“Kami juga berencana melakukan peningkatan fasilitas terminal tipe A di 18 lokasi, tidak hanya terminal tipe A yang ada di Pulau Jawa,” ujar Budi Karya.
Tak hanya itu, rencananya anggaran Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub itu juga akan dipakai untuk pengadaan bus sebanyak 80 unit, pendanaan dan pemasangan perlengkapan jalan di 33 provinsi, hingga mensubsidi angkutan jalan.
ADVERTISEMENT
Kemenhub pada tahun 2019 akan memperoleh anggaran sebesar Rp 41 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dari angka tersebut, sebanyak Rp 2,61 triliun dialokasikan untuk Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Darat Kemenhub.