kumparan
11 Oktober 2017 19:22

Tambah Armada, Blue Bird Dapat Pinjaman Rp 1 T dari Bank Sumitomo

Ilustrasi Taksi Blue Bird
Ilustrasi Taksi Blue Bird (Foto: Dokumentasi website Blue Bird)
Emiten transportasi terintegrasi, PT Blue Bird Tbk (BIRD) dan anak-anak perusahaannya memperoleh fasilitas pinjaman dari PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (Bank Sumitomo).
ADVERTISEMENT
Tanggal 11 Oktober 2017, perseroan dan anak-anak perusahaannya menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman dengan Bank Sumitomo, di mana perseroan dan anak-anak perusahaannya memperoleh fasilitas pinjaman dari Bank Sumitomo dengan jumlah plafon Rp 1 triliun.
Demikian disampaikan perseroan dalam keterbukaan informasinya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip kumparan (kumparan.com, Rabu (11/10).
Direktur Utama BIRD Purnomo Prawiro mengungkapkan, pinjaman tersebut akan digunakan perseroan untuk belanja modal untuk pembiayaan armada.
Pembayaran pinjaman dilakukan dengan cara 48 kali angsuran setiap bulan yang dimulai satu bulan sejak tanggal penarikan sesuai dengan jadwal angsuran, dengan tanggal jatuh tempo 6 tahun dari tanggal perjanjian, tetapi tidak mlebihi 29 September 2023.
Menurut Purnomo, pinjaman akan menunjang secara langsung kegiatan operasional perseroan dan anak-anak perusahaan perseroan yaitu dengan pembelanjaan barang modal untuk pembiayaan armada transportasi taksi, bus, dan rental berikut perlengkapan armadanya.
ADVERTISEMENT
Selain itu, perolehan pinjaman tidak melanggar peraturan dan perjanjian-perjanian dengan pihak pihak ketiga dan tidak berdampak negatif terhadap kondisi keuangan.
Perolehan pinjaman juga akan menunjang kegiatan operasional perseroan dan anak-anak perusahaan perseroan, yang dengan itu menunjang kelangsungan usaha perseroan dan anak-anak perusahaan perseroan.
Informasi saja, pada 2001, Bank Sumitomo Indonesia dan Bank Sakura Swadharma bergabung dan membentuk perusahaan baru bernama Bank Sumitomo Mitsui Indonesia. Pemegang saham perusahaan saat ini adalah Sumitomo Mitsui Banking Corporation, Bank Central Asia dan Bank Negara Indonesia.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan