kumparan
8 Nov 2018 11:17 WIB

Tank Harimau Buatan Pindad dan FNSS Turki Dirancang Tahan Ranjau

Mediun Tank produksi PT Pindad dan FNSS Turki yang dipamerkan di Indo Defence 2018 Expo dan Forum di Jiexpo. (Foto: Maulana/kumparan)
PT Pindad (Persero) memamerkan tank medium berjuluk Harimau yang bisa dijalankan serba otomatis dengan kekuatan dan keakuratan serangan yang mumpuni.
ADVERTISEMENT
Tank hasil kerja sama dengan FNSS Turki sejak 2016 itu, dapat dijumpai di Indo Defence 2018 Expo & Forum, di Jakarta Expo Internasional, Kemayoran, Jakarta Pusat, mulai Rabu (7/11) hingga Sabtu (10/11).
VP Product and Process Development Pindad Hery Mochtady mengatakan tank medium Harimau ini merupakan tank militer yang terbilang canggih di kelasnya.
"Karena tank medium di dunia itu pengembangan lama, pengembangan tahun 1980-an dan teknologi lama. Makanya, tank kita ini tank terbaru bisa menembak sambil berjalan. Musuh bergerak pun bisa menembak dan tepat. Itu sudah kita buktikan di Cipatat berhasil menembak kendaraan yang bergerak," katanya ketika dijumpai kumparan di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis (8/11).
Hery melanjutkan, tank medium Pindad ini dijalankan serba otomatis serta seluruh instrumentasinya telah digital. Sehingga, tak butuh banyak awak untuk mengoperasikannya dan lebih efisien.
Tank Harimau buatan PT Pindad Persero dipamerkan di Indo Defence 2018 Ekspo & Forum di Jakarta Expo Internasional Kemayoran. (Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan)
ADVERTISEMENT
"Tank ini diawaki 3 orang, satu orang driver pengemudi di tengah dan dua orang di turetnya. Satu sebagai komandan satu lagi sebagai penembaknya. Cukup tiga orang, ini juga keunggulan karena di produk yang di Eropa butuh 4 orang karena sudah digital dan otomatis," ucap dia.
Untuk itulah, tank medium Pindad ini dapat bergerak secara cepat dan lincah serupa dengan nama yang disematkannya yaitu Harimau. Meski begitu, tank medium ini juga memiliki daya tahan yang tak diragukan.
"Beratnya maksimal 32 ton, kalau kita uji kemarin 30 ton," ujarnya.
Tak hanya itu, kekuatan pada tank Harimau Pindad juga dapat tahan ranjau hingga level yang cukup tinggi.
"Keunggulan lainnya ini anti ranjau, kita lihat di medan pertempuran Irak dan Afganistan kan banyak ancaman ranjau ya, nah kalau tank kita sudah di rancang level 4 anti ranjau tahan TNT 10 kg. Nah ini enggak semua tank mampu menahan itu," katanya.
ADVERTISEMENT
Hingga akhir tahun ini, Hery mengatakan pihaknya menargetkan segera menyelesaikan semua proses sertifikasi yang diperlukan untuk pengembangan dan pemasaran tank harimau. Sebelumnya diketahui, pada Oktober 2018 lalu, tank sudah mulai diuji coba dan mendapat sertifikat layak dari TNI Angkatan Darat dan Kementerian Pertahanan RI.
Tank Harimau buatan PT Pindad Persero dipamerkan di Indo Defence 2018 Ekspo & Forum di Jakarta Expo Internasional Kemayoran. (Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan)
Namun hingga saat ini, masih dibutuhkan proses lanjutan agar tank Harimau ini tak hanya dapat dipasarkan di domestik tapi juga ekspor ke luar negeri.
"Tentunya kita fokusnya dalam negeri dulu, karena tank-tank TNI itu sudah cukup tua jadi kita harus suplai mereka dulu. Makanya target kita TNI, tapi karena anggaran pemerintah masih sedikit makanya kita juga harus start menjual ke luar negeri yang market-nya lebih besar juga," kata dia.
ADVERTISEMENT
Hery tak memungkiri, salah satu yang menjadi PR bagi pengembangan tank Harimau ini adalah komponen-komponennya yang masih cukup bergantung dari luar.
"TKDN kalau kita hitung-hitung sekitar 40 persen. Impor kebanyakan dari Eropa ada dari UK, turetnya dari Belgia gitu," tuturnya.
Di samping itu, ke depan Pindad juga katanya mendapat tantangan harus mampu bersaing dengan pasar tank di luar negeri.
"Saingan kita, seperti, Korea, Jerman, Swedia, Spanyol," tambahnya.
Namun Hery tak patah arang, Ia tetap optimis tank Harimau Pindad ini bakal bisa bersaing dengan kecanggihan dan harga kompetitif yang ditawarkan.
"Harganya belum diumumkan tapi kita yakin lebih murah dari produk-produk luar negeri yang sejenis dengan ini dan teknologinya bagus, bisalah," tutupnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan