kumparan
8 November 2018 20:48

Tank Harimau Buatan Pindad Dijual Rp 101 Miliar per Unit

Tank Harimau, PT Pindad, Indo Defence 2018 Ekspo, Jakarta Expo Internasional Kemayoran
Tank Harimau buatan PT Pindad Persero dipamerkan di Indo Defence 2018 Ekspo & Forum di Jakarta Expo Internasional Kemayoran. (Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan)
PT Pindad (Persero) memamerkan tank medium berjuluk Harimau yang bisa dijalankan serba otomatis dengan kekuatan dan keakuratan serangan yang mumpuni. Tank ini dipamerkan di Indo Defence 2018 Expo & Forum di Jakarta Expo Internasional, Kemayoran, Jakarta Pusat. Tank ini merupakan hasil kerja sama dengan FNSS Turki sejak tahun 2016 lalu.
ADVERTISEMENT
Manager Pengembang Kendaraan Khusus Pindad Windhu Paramarta mengatakan, tank yang dikatakan tahan terhadap serangan ranjau ini akan dijual seharga USD 7 juta atau sekitar Rp 101,904 miliar.
"Pemerintah sendiri itu targetkan penjualan tidak boleh lebih dari USD 7 juta per unit. Makanya kita harus jual dengan harga segitu," katanya saat ditemui di Jakarta Expo Internasional, Jakarta, Kamis (8/11).
Tank Harimau, PT Pindad, Indo Defence 2018 Ekspo, Jakarta Expo Internasional Kemayoran
Tank Harimau buatan PT Pindad Persero dipamerkan di Indo Defence 2018 Ekspo & Forum di Jakarta Expo Internasional Kemayoran. (Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan)
Untuk biaya produksi, Windhu menyebutkan, saat ini tank tersebut masih dalam tahap pengembangan dan menghabiskan biaya sekitar Rp 330 miliar.
"Jadi kami itu pembiayaan pengembangannya kesepakatannya adalah 50 persen pemerintah Indonesia dan 50 persen Pemerintah Turki. Indonesia bayar Rp 150 miliar, Turki juga sama. Sementara Pindad sendiri mengeluarkan sekitar Rp 30 miliar. Jadi totalnya adalah Rp 330 miliar," sebutnya.
ADVERTISEMENT
Hingga saat ini, pihaknya masih belum menandatangani kontrak pembelian tank karena Pindad baru akan membuka pesanan pada tahun 2020 nanti. Meski begitu, sejauh ini TNI dipastikan tertarik untuk membeli tank Harimau tersebut.
"Untuk TNI itu sekarang pengadaannya agak unik. Mereka itu biasanya minta satu batalyon full. Jadi kita harus sediakan untuk satu batalyon. Jadi paling minimal mereka akan pesan sebanyak 50 unit," tutupnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan