Bisnis
·
18 November 2020 20:29

Tawarkan Lebih Murah, INKA Kalahkan China di Proyek KA Filipina dan Bangladesh

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Tawarkan Lebih Murah, INKA Kalahkan China di Proyek KA Filipina dan Bangladesh (369006)
Uji Coba operasional kereta buatan PT INKA di Manila, Filipina. Foto: Angga Sukmawijaya/kumparan
PT Industri Kereta Api (Persero) alias INKA tengah menggarap proyek pengadaan rolling stock atau kereta di Bangladesh dan Filipina. Direktur Utama INKA, Budi Noviantoro, mengatakan proyek tersebut berhasil didapat setelah memenangi proses lelang terbuka, dan mengalahkan perusahaan kereta asal China.
ADVERTISEMENT
Keikutsertaan perusahaan China itu sempat membuat pihaknya khawatir. Namun, INKA akhirnya dipilih untuk mengerjakan proyek tersebut lantaran mampu menawarkan harga kereta yang lebih murah.
"INKA menang melalui proses lelang terbuka di Bangladesh, Filipina itu juga lelang terbuka. Lelang terbuka ada risikonya, apalagi kalau ketemu perusahaan China, kita tahu harga china sudah mepet, sudah murah, INKA masih lebih murah," ujar Budi dalam acara Ngopi BUMN, Rabu (18/11).
Dari proyek tersebut, INKA bakal memasok 250 unit rolling stock ke Bangladesh. Selain itu, mereka juga membuat 6 rangkaian kereta, 3 train set lokomotif, serta 15 kereta penumpang untuk Filipina.
Tawarkan Lebih Murah, INKA Kalahkan China di Proyek KA Filipina dan Bangladesh (369007)
Direktur Utama PT INKA (Persero), Budi Noviantoro saat berkunjung ke kumparan, Jakarta, Rabu (15/8/2018). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Lebih lanjut, Budi mengatakan bahwa INKA juga mendapat 3 proyek pembangunan lintas negara di Afrika. Proyek tersebut antara lain lintasan kereta Liberia - Libya sepanjang 7.411 kilometer, Gabon - Eritrea sepanjang 4.564 kilomer, serta lintasan Kongo - Tanzania 5.797 kilometer.
ADVERTISEMENT
Adapun proyek lain yang juga sedang dijajaki INKA yakni pengadaan kereta di Amerika Latin.
"Peluang lain di Amerika Latin, mereka sudah bosan dengan produk China. Mereka datang ke kantor saya, bantu kita bisa masuk ke pasar sana, ini pasar yang memungkinkan bagi INKA dan BUMN lain," ujarnya.
Proyek-proyek tersebut, kata Budi, diproyeksikan bakal membutuhkan waktu 20 sampai 30 tahun dalam proses pengerjaannya.