Tegaskan Komitmen ESG, Kredit Berkelanjutan BRI Tembus Rp 657,1 Triliun

6 Agustus 2022 12:04
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Gedung BRI. Foto: BRI
zoom-in-whitePerbesar
Gedung BRI. Foto: BRI
ADVERTISEMENT
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI berkomitmen menerapkan prinsip Environmental, Social dan Governance (ESG), khususnya dalam menjaga kinerja fundamental. Hal itu tercermin dari pertumbuhan kredit berkelanjutan dan pembiayaan hijau yang dibukukan perseroan.
ADVERTISEMENT
SEVP Treasury & Global Services BRI, Achmad Royadi, menjelaskan bahwa kredit berkelanjutan BRI hingga akhir Kuartal II-2022 telah mencapai Rp 657,1 triliun atau setara dengan 65,5 persen dari total portofolio. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp 74,7 triliun disalurkan kepada pembiayaan hijau.
"Nilai tersebut meningkat dibandingkan dengan akhir kuartal I-2022," ujarnya melalui keterangan resmi, dikutip Sabtu (6/8).
Pada kuartal I 2022, kredit berkelanjutan BRI tercatat sebesar Rp 639,9 triliun atau setara dengan 65,5 persen dari total portofolio, dengan pembiayaan hijau sebesar Rp 71,5 triliun.
Sementara di akhir 2021, kredit berkelanjutan yang dibukukan BRI mencapai Rp 617,8 triliun sekitar 65,5 persen dari total portofolio, dengan pembiayaan hijau Rp 66 triliun.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Royadi melanjutkan, pertumbuhan tersebut menjadi salah satu indikator implementasi prinsip ESG dalam kinerja BRI. Perseroan pun senantiasa aktif mengikuti rating MSCI, SUSTAINALYTICS, Dow Jones, S&P Global sebagai bagian dari continuous improvement penerapan ESG dan sustainability, sesuai dengan POJK Nomor 51/POJK.03.2017.
ADVERTISEMENT
Wholesale funding yang diterbitkan oleh treasury BRI juga mengalami peningkatan. Komposisi wholesale funding yang berbasis ESG sebesar 9 persen pada 2021, tumbuh pesat mencapai 49,7 persen hingga akhir semester I-2022.
Para nasabah BRI menggunakan ATM di sebuah E-Banking Lounge BRI. BRI memastikan layanan perbankan tetap normal dalam kondisi listrik yang belum optimal saat ini. Foto: Dok. BRI
zoom-in-whitePerbesar
Para nasabah BRI menggunakan ATM di sebuah E-Banking Lounge BRI. BRI memastikan layanan perbankan tetap normal dalam kondisi listrik yang belum optimal saat ini. Foto: Dok. BRI
Adapun wholesale funding merupakan nondana pihak ketiga (DPK) sebagai alternatif pemulihan likuiditas dan potensi diversifikasi funding berbasis ESG. BRI pun optimistis mampu mencapai target wholesale funding hingga lebih dari 50 persen pada 2024.
Royadi menambahkan, pada bulan Juni 2022 lalu, BRI telah menerbitkan obligasi berwawasan lingkungan berkelanjutan I Bank BRI yang menargetkan penghimpunan dana sebesar Rp 15 triliun, dengan jumlah emisi tahap I di tahun 2022 sebanyak-banyaknya Rp 5 triliun. Penerbitan yang dilakukan BRI tersebut berhasil diserap seluruhnya oleh pasar, bahkan oversubscribed 4,4 kali.
ADVERTISEMENT
Hasil penghimpunan dana tersebut akan dialokasikan paling sedikit 70 persen untuk kegiatan usaha atau kegiatan lain yang termasuk dalam kriteria kegiatan usaha berwawasan lingkungan (KUBL) yang baru, sedang berjalan, atau telah selesai sesuai dengan kerangka kerja obligasi.