Bisnis
·
23 Juni 2021 18:00
·
waktu baca 2 menit

Terpaksa Tutup Imbas Kasus COVID-19 Melonjak, Pengusaha Bioskop Pasrah

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Terpaksa Tutup Imbas Kasus COVID-19 Melonjak, Pengusaha Bioskop Pasrah (182968)
searchPerbesar
Ilustrasi bioskop XXI. Foto: Shutterstock
Ledakan kasus COVID-19 membuat pemerintah kembali menarik tuas rem darurat. Presiden Jokowi sendiri memutuskan pilihan untuk memberlakukan PPKM mikro, bukan PSBB atau lockdown.
ADVERTISEMENT
Kebijakan ini berimbas pada berlakunya lagi pembatasan terhadap sektor usaha seperti jam operasional mal. Bioskop yang notabene berada di pusat perbelanjaan turut merasakan dampak aturan tersebut.
Ketua Gabungan Pengelola Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI), Djonny Syafruddin, mengungkapkan mereka sudah pasrah mengikuti kebijakan untuk kesekian kalinya ini. Bioskop sendiri, kata Djonny, harus tutup hingga tanggal 5 Juli 2021.
"Kita ikut lah, semua sektor juga begitu parah. Kita mau enggak mau, suka enggak suka ikut aja," ujar Djonny kepada kumparan.
Ia mengungkapkan, saat ini dunia perbioskopan baru saja mulai ada perbaikan setelah sebelumnya menderita kerugian berbulan-bulan. Selepas lebaran, sejumlah film seperti Conjuring salah satunya, sudah mulai diputar di bioskop.
Terpaksa Tutup Imbas Kasus COVID-19 Melonjak, Pengusaha Bioskop Pasrah (182969)
searchPerbesar
Protokol kesehatan diterapkan di dalam studio. Foto: REUTERS/Mario Anzuoni
Kini, bioskop terutama yang berada di Jakarta dan sekitarnya, harus rela kembali kehilangan omzet sampai puluhan juta per hari. Estimasi kerugian ini masih tak jauh berbeda dari hitungannya pada awal tahun 2021.
ADVERTISEMENT
Satu bioskop ditaksir bisa kehilangan omzet Rp 30 juta per hari. Dengan demikian, mereka setidaknya bakal merasakan kerugian antara Rp 80 juta per bulan untuk bioskop independen, serta mencapai Rp 150 juta untuk bioskop yang punya grup.
"Kerugian ini sudah susah ngitungnya, semua rugilah. Ya segitu (Rp 150 juta) tergantung bioskopnya, pengurangan pegawai pastinya," tuturnya.
Manut dengan aturan pemerintah, ia berharap lonjakan kasus bisa segera dikendalikan. Sehingga film-film yang kini sudah ada sinyal bakal ditunda, bisa dinikmati lagi di bioskop.
"Setelah pengetatan ini masuk lagi film-film bagus, mudah-mudahan lah ya," pungkas Djonny.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020