kumparan
26 Maret 2020 16:59

Terpukul karena Corona, Butuh 12 Pekan untuk Bursa Saham Pulih

Direktur Pengembangan Bisnis BEI Nicky Hogan
Direktur Pengembangan Bisnis BEI Nicky Hogan. Foto: Ela Nurlaela/kumparan
Bursa saham Indonesia beberapa waktu ke belakang ini terpukul imbas wabah corona. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun sempat terperosok ke level 3.000 serta nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pun nyaris menyentuh level Rp 17.000.
ADVERTISEMENT
Di situasi seperti ini, Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI) periode tahun 2015 hingga 2018 Nicky Hogan berpendapat, kondisi pasar modal yang terpuruk ini diprediksi mencapai masa puncak (peak) untuk pemulihannya selama 12 pekan (3 bulan) sejak masa pertama terdampak.
"Bicara di Indonesia, kita bicara wabah ini sendiri, memang rasanya kita belum pada kondisi peak, rata-rata negara lain, mungkin memasuki minggu ke-6 sampai ke-8, kalau peak-nya 12 minggu, kita masih punya beberapa minggu ke depan, untuk mengikuti tambahan angka-angka yang tak menyenangkan," ujar Nicky dalam live instagram, Kamis (26/3).
Ilustrasi pergerakan saham
Ilustrasi pergerakan saham melalui layar di kantor Mandiri Sekuritas, Jakarta. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Kendati demikian, segala prediksinya tersebut bisa relatif dinamis. Selain mengikuti kondisi global, hal tersebut juga bergantung pada berbagai upaya yang dilakukan untuk mengatasi pandemi corona ini agar cepat bisa terselesaikan.
ADVERTISEMENT
"Sekali lagi, pemerintah (kita) pasti juga sudah antisipasi, walaupun belum all out seperti negara lain yang memberi bantuan ekonomi, saya yakin pemerintah akan tetap mengantisipasi, menjaga perekonomian tetap bekerja dengan baik, roda ekonomi tetap bergerak dengan baik," kata dia.
Di momen saat ini, pihaknya berharap agar investor tidak panik. Sebab, bursa yang tengah anjlok sebetulnya tidak akan banyak berdampak karena digunakan sebagai investasi jangka panjang. Ia pun menyerukan agar para investor pemula untuk memanfaatkan momentum ini membeli saham.
"Atau yang mau menambah investasi, yang sudah punya saham, harga sahamnya lagi turun," ujarnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan