Tiket.com dan Blibli Dikabarkan Bakal IPO usai Merger, Ini Kata BEI

11 April 2022 17:40
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Direktur penilaian Perusahaan I Gede Nyoman Yetna. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur penilaian Perusahaan I Gede Nyoman Yetna. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
ADVERTISEMENT
Bursa Efek Indonesia (BEI) buka suara terkait proses Initial Public Offering (IPO) antara Tiket.com dan Blibli.
ADVERTISEMENT
Adapun dikabarkan Tiket.com dan Blibli akan melantai di bursa saham dalam beberapa waktu ke depan. Namun, seperti dilansir bloomberg, Tiket.com terlebih dahulu akan melakukan merger dengan perusahaan akuisisi dengan tujuan khusus alias Special Purpose Acquisition Company (SPAC).
Atas hal tersebut Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan, pihaknya belum bisa menyampaikan nama calon perusahaan yang bakal tercatat di BEI.
"Terkait dengan nama calon perusahaan tercatat, Bursa belum dapat menyampaikan sampai dengan OJK telah memberikan persetujuan atas penerbitan prospektus awal kepada publik sebagaimana diatur di OJK Peraturan Nomor IX.A.2,” ungkap Nyoman kepada wartawan, Senin (11/4).
Meski begitu, ia sampaikan sampai hari ini, Senin (11/4) terdapat 30 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI. Sebagai informasi, berikut adalah klasifikasi aset perusahaan yang saat ini berada dalam pipeline merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017.
ADVERTISEMENT
Daftar calon emiten tercatat didominasi oleh perusahaan aset skala menengah sebanyak 12 perusahaan (aset antara Rp50 Miliar s.d. Rp250 Miliar), dan aset skala besar sebanyak 15 perusahaan (aset di atas Rp250 Miliar). Sementara itu, hanya ada tiga perusahaan yang tergolong aset skala kecil (aset di bawah Rp50 Miliar).
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Selanjutnya, secara sektoral, perusahaan yang tergolong dalam sektor barang konsumsi primer terdiri dari tujuh perusahaan. Disusul enam perusahaan dari sektor barang konsumsi non primer, empat perusahaan dari sektor infrastruktur, dan empat perusahaan sektor properti dan real estate.
Kemudian, tiga perusahaan berasal dari sektor teknologi. Lalu, masing-masing dua perusahaan dari sektor perindustrian dan kesehatan. Setelah itu, masing-masing satu perusahaan dari sektor barang baku dan sektor logistik dan transportasi.
ADVERTISEMENT
IPO GoTo Jadi Momentum Baik Bagi Perusahaan Teknologi
GoTo resmi menjadi perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia, Senin (11/4). Foto: Dok. GoTo
zoom-in-whitePerbesar
GoTo resmi menjadi perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia, Senin (11/4). Foto: Dok. GoTo
Nyoman juga menyebut, BEI optimistis IPO sektor teknologi akan semakin meningkat, seiring dengan pencapaian IPO GoTo. “Kami optimis pencapaian Goto IPO ini menjadi momentum yang baik untuk mendorong semakin banyaknya perusahaan teknologi lainnya untuk mengikuti langkah ini,” jelas dia.
Untuk itu, bursa senantiasa mendorong perusahaan dari berbagai industri termasuk juga perusahaan-perusahaan di bidang teknologi untuk memanfaatkan pasar modal sebagai house of growth dengan melakukan sosialisasi IPO dan listing baik secara 1-on-1 maupun melalui workshop.
Apalagi Indonesia merupakan negara penghasil unicorn terbanyak di Asia Tenggara. Selain itu, Indonesia juga masih mempunyai potensi yang sangat besar melahirkan unicorn-unicorn selanjutnya di mana saat ini terdapat puluhan Centaur yang siap menjadi Unicorn atau istilah saat ini “Soon-icorn”.
ADVERTISEMENT