kumparan
14 November 2019 8:29

Tips Karier: 3 Postingan di Medsos Ini Bikin Gagal Diterima Kerja

Ilustrasi Medsos
Ilustrasi Medsos Foto: Thinkstock
Mendapat tawaran kerja merupakan impian semua orang. Namun, sayangnya tak semua pelamar bisa mendapat kesempatan ini.
ADVERTISEMENT
Padahal, sudah banyak cara yang dilakukan agar diterima kerja. Kalau sudah begini, coba dipikir ulang. Barangkali ada beberapa hal salah yang kamu lakukan yang justru menghambat karier Anda. Salah satunya di media sosial.
Trainer & Fasilitator di MDI Tack International Arif Hidayat memaparkan, ada tiga hal yang dilakukan di media sosial bisa membuat gagal mendapat pekerjaan. Apa saja? Berikut rangkuman kumparan.
Ilustrasi Perempuan Karier
Ilustrasi perempuan karier berdiskusi di kantor. Foto: Shutterstock
Mengunggah Hal yang Bersifat Privasi
Sebagian besar pengguna media sosial adalah kalangan profesional. Karenanya, Arif meminta agar para pelamar bijak dalam menggunakannya.
Dia bercerita, suatu ketika seorang HRD atau perekrut menuturkan kisah salah satu pelamar yang menggugah foto offering letter ke media sosialnya. Mungkin tindakan ini sebagai bentuk kebahagiaan, namun bagi para perekrut, tindakan tersebut sangat tidak pantas dilakukan.
ADVERTISEMENT
Hasilnya, pelamar tersebut akhirnya dinyatakan gagal diterima kerja dan offering letter yang sudah dia terima ditarik. Tak hanya itu, nama si pelamar tersebut juga sudah tersebar di kalangan perekrut. Dengan begitu, akan sulit baginya untuk mendapat pekerjaan baru.
Ilustrasi Perempuan Karier
Ilustrasi Perempuan Karier. Foto: Shutterstock
Mengumbar Keluhan dan Hal yang Bersifat Negatif
Media sosial memang tempat untuk meluapkan ekspresi. Tapi, media sosial juga sering dijadikan alat bagi para perekrut untuk menyeleksi para kandidat.
Arif menyebut, kebanyakan dari perekrut akan langsung menghapus pelamar yang banyak mengeluh di media sosial. Kenapa?
“Karena saya tidak mau satu orang yang tidak positif, merusak kultur positif,” katanya dalam paparan yang diterima kumparan, Kamis (14/11).
Jika memang memiliki hal yang ingin diluapkan, boleh mengeluarkannya kepada orang yang memiliki sikap yang positif. Entah itu rekan dengan posisi yang sama atau setara dengan Anda, atau kepada atasan. Tapi ingat, mengutarakan di sini bukan berarti mengeluh, melainkan mencari jalan keluar.
Ilustrasi Perempuan Karier
Ilustrasi perempuan berdiskusi di kantor. Foto: Shutterstock
Asal Pilih Teman
ADVERTISEMENT
Memperoleh banyak teman di media sosial memang jadi kebanggaan tersendiri. Namun, hal ini ternyata diperhatikan oleh para perekrut.
Karena tidak sedikit perekrut yang akan mengecek lingkaran pertemanan si kandidat. Kalau teman-teman di medsos dilihat cenderung kurang baik dan positif, maka ini akan menghambat dalam menemukan karier impian.
Sebaliknya, jika jejaring pertemanan yang dimiliki adalah orang-orang profesional dan positif, bisa menjadi nilai tambah dalam diri. Perekrut akan menilai bahwa si kandidat merupakan orang positif yang mampu membangun jaringan dan kepercayaan dengan orang-orang sekitar.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan