Kumparan Logo
Webinar Master Classs Kumparan, Pelatihan untuk UMKM
Webinar Master Classs Kumparan, Pelatihan Intensif untuk Para Pelaku UMKM, Sabtu (28/5).

Tips Memulai Berjualan UMKM di Media Sosial dari Founder HMNS

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google

·waktu baca 2 menit

comment
18
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Webinar Master Class Kumparan, Pelatihan Intensif untuk Para Pelaku UMKM, Sabtu (28/5).  Foto: Akbar Maulana/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Webinar Master Class Kumparan, Pelatihan Intensif untuk Para Pelaku UMKM, Sabtu (28/5). Foto: Akbar Maulana/kumparan

Pelaku UMKM sering kali bingung untuk memulai menjual produknya di platform digital seperi media sosial. Kendati sudah mulai berjualan secara online, ekspansi dari produk-produk sampai dikenal dan dibeli banyak orang terasa lambat.

CEO & Founder HMNS, Rizky Arief Prakoso memberikan tips bagaimana pelaku UMKM memulai menjual produknya di media sosial. Diketahui, HMNS adalah produk parfum buatan Indonesia yang menjadi brand terlaris di platform belanja online.

Menurut Rizky, sering kali pelaku UMKM bingung mulai dari mana. Mereka terlalu memikirkan banyak hal, seperti membuat konten yang bagus bagaimana, teknik copy writing dan sebagainya. Menurutnya, hal pertama kali dan yang paling penting adalah bagaimana membangun hubungan dan interaksi yang baik dengan banyak orang melalui media sosial.

“Kalau kita ngomong go digital, sebenarnya go digital hanya membuat kita lebih mudah membangun relationship ke orang, komunikasi dan interaksi dengan orang,” kata Rizky pada webinar kumparan Master Class, Sabtu (28/5).

Webinar Master Classs Kumparan, Pelatihan Intensif untuk Para Pelaku UMKM, Sabtu (28/5). Foto: Akbar Maulana/kumparan

Menurutnya, membangun hubungan dan interaksi adalah hal pertama dan yang paling penting. Sebelum kemudian memikirkan bagaimana teknik-teknik copy writing dan lain-lainnya.

“Ketika di sosial media, lupakan semua hal tentang content creating dan sebagainya, intinya satu saja, bagaimana kita mengajak orang berinteraksi melalui platform media sosial kita,” jelas dia.

Apabila cara itu tak berhasil, lanjutnya, kemungkinan disebabkan oleh dua hal. Pertama adalah kemungkinan customer tidak paham dengan produk atau brand yang ada. Untuk itu menurutnya penting bagi pelaku UMKM untuk bisa mengkomunikasikan brand apa yang mereka tawarkan.

Webinar Master Classs Kumparan, Pelatihan Intensif untuk Para Pelaku UMKM, Sabtu (28/5). Foto: Akbar Maulana/kumparan

Faktor kedua, menurutnya bisa jadi customer tidak merasa bahwa mereka menjadi sasaran pasar dari brand tersebut. Oleh sebab itu menurutnya sebuah brand atau produk harus disesuaikan dengan segmen pasar mana yang dituju.

Yang pasti, Risky menekankan bahwa hal pertama yang harus dilakukan adalah membangun hubungan dan interaksi tersebut. Dia mencontohkan pelaku UMKM bisa menghubungi setiap calon customer melaui media sosial dengan cara yang kreatif.

“Sampai akhirnya interaksi pelan-pelan semakin banyak dan menggulung, semakin banyak followers kita, dan kita bisa menjalin hubungan dengan lebih banyak orang. Sesimpel membangun relasi di offline ,tapi kita pindahkan ke online,” pungkasnya.