Tips Promosi UMKM Lewat Media Sosial: Konsisten Unggah Konten hingga Evaluasi
·waktu baca 2 menit

Media sosial saat ini menjadi platform yang efektif untuk dijadikan tempat promosi produk, termasuk bagi UMKM. Berdasarkan laporan dari We Are Social, jumlah pengguna aktif media sosial di Indonesia sudah 191 juta orang pada Januari 2022.
Founder Socialmediamarketer.id, Niko Julius, mengatakan bagi pelaku usaha yang ingin mulai bergerak dalam mempromosikan produknya di media sosial dapat membuat konten dengan format vertical video. Menurutnya hal tersebut efektif dalam melakukan promosi dan dapat disaksikan di berbagai sosial media.
Kemudian untuk memaksimalkan konten dapat tersampaikan ke berbagai segmen pasar, Niko menyarankan agar para pelaku usaha menjadikan beberapa sosial media yang sedang digandrungi banyak orang sebagai tempat menyebarkan postingannya.
“Hampir semua medsos ada penggunanya, semua orang di Indonesia pakai internet, mereka itu potensi,” jelas Niko pada acara Master Class kumparan, Jumat (27/5).
Niko menambahkan idealnya postingan di sosial media itu minimal ada 1 unggahan setiap harinya. Menurutnya, pelaku usaha perlu konsisten melakukan postingan, sehingga akan mendapat sinyal positif pada setiap akun yang aktif.
Setelah melakukan proses posting konten pada tiap sosial media, Niko menganjurkan pelaku usaha dapat melakukan evaluasi sebagai bentuk reaksi terhadap tanggapan audiens dalam menyikapi konten yang telah diposting.
Ia juga mengimbau untuk dapat membuat banyak produksi konten dengan kategorinya masing-masing. Hal tersebut, kata Niko, adalah upaya untuk melihat konten mana yang direspons baik oleh audiens.
“Misalnya kita buat konten bertema entertaining, edukasi, informatif, jadi ada idenya. Jadi media sosial umumnya easy to produce, nanti lihat konten mana yang paling banyak direspons, jika paling bagus tema edukasi maka tema tersebut yang dibanyakin,” ungkapnya.
Lewat hal tersebut, Niko menuturkan para pengusaha tidak perlu terlalu memikirkan target pasar, karena tiap media sosial memiliki segmennya masing-masing. Meski begitu, Niko juga mengimbau agar pelaku usaha tidak asal membuat konten.

