Total Investasi KEK Gresik dan Kendal Jadi yang Terbesar, Tembus Rp 190,9 T

9 September 2025 13:46 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Total Investasi KEK Gresik dan Kendal Jadi yang Terbesar, Tembus Rp 190,9 T
Total akumulasi investasi KEK Gresik mencapai Rp 100,85 triliun, sementara KEK Kendal Rp 90,12 triliun, sehingga jika dijumlah mencapai Rp 190,97 triliun.
kumparanBISNIS
Pekerja menyelesaikan pembangunan proyek Smelter Freeport di Kawasan Ekonomi Khusus Java Integrated and Industrial Port Estate (KEK JIIPE), Gresik, Jawa Timur, Sabtu (25/5/2024). Foto: Rizal Hanafi/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja menyelesaikan pembangunan proyek Smelter Freeport di Kawasan Ekonomi Khusus Java Integrated and Industrial Port Estate (KEK JIIPE), Gresik, Jawa Timur, Sabtu (25/5/2024). Foto: Rizal Hanafi/ANTARA FOTO
ADVERTISEMENT
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik dan KEK Kendal menjadi dua KEK yang memiliki progres investasi terbesar di Indonesia. Total nilai investasi pada kedua KEK tersebut juga sudah menembus Rp 190,97 triliun.
ADVERTISEMENT
Saat ini total terdapat 25 KEK yang tersebar di seluruh Indonesia. Terdapat 7 KEK di Jawa dan 18 KEK yang ada di luar Jawa. Dari jumlah tersebut, 13 KEK merupakan KEK industri dan 12 KEK merupakan KEK Jasa.
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menuturkan untuk KEK Gresik akumulasi investasi sampai semester I 2025 sudah mencapai Rp 100,85 triliun, dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 41 ribu orang oleh 32 industri. Dari situ, investasi terbesar adalah industri smelter tembaga dan industri hilir dan kaca.
Sementara untuk kurun Januari sampai Juni 2025, KEK Gresik sudah mendapat realisasi investasi Rp 11,2 triliun atau 45,9 persen dari target Rp 24,4 triliun. Dari KEK ini, ekspor yang tercatat sampai semester I 2025 secara akumulatif adalah Rp 8,44 triliun sementara untuk kurun Januari sampai Juni 2025 ekspor tercatat pada Rp 8,2 triliun.
ADVERTISEMENT
“Untuk KEK Gresik dengan kemarin PT Freeport meresmikan pabrik smelter terbesar di dunia Untuk single line smelter pengolahan tembaga Ini juga sudah menghasilkan tembaga yang sudah mulai diekspor dan juga digunakan untuk bahan baku industri di domestik,” kata Susiwijono dalam konferensi pers kinerja Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) kuartal II 2025 di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (9/9).
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso dalam konferensi pers kinerja Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) kuartal II 2025 di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (9/9/2025). Foto: Argya D. Maheswara/kumparan
Dari situ, pengembangan hilirisasi tembaga dan logam mulia juga memiliki potensi ekspor senilai USD 4 miliar dan substitusi impor USD 2,3 miliar. Selain itu, terdapat pula pengembangan ekosistem industri turunan smelter berupa pengolahan asam sulfat, slag, gypsum dan timbal. Tak luput, pengembangan investasi hilirisasi energi terbarukan juga terdapat di sana melalui produksi solar glass.
ADVERTISEMENT
Sementara untuk KEK Kendal, investasi yang diraih secara akumulatif sampai semester I 2025 sudah mencapai Rp 90,12 triliun dengan serapan 66.614 tenaga kerja oleh 128 industri. Sementara untuk ekspor secara akumulatif sampai semester I 2025 sudah mencapai Rp 14,34 triliun.
Untuk realisasi kurun Januari sampai Juni 2025, investasi mencapai Rp 5,12 triliun atau 61,2 persen dari target Rp 8,36 triliun untuk tahun ini. Sementara itu ekspor yang sudah terealisasi adalah Rp 5,29 triliun.
Susiwijono menuturkan untuk KEK Kendal, investasi terbesar adalah industri anoda atau baterai EV yang merupakan terbesar di dunia dan industri katoda LFP yang merupakan terbesar di dunia di luar China.
“Mereka memproduksi yang namanya anoda untuk baterai lithium, mengekspor ke Amerika, digunakan oleh Tesla, kemudian oleh beberapa industri yang menggunakan baterai lithium untuk mobil listrik, untuk EV. Nah, kapasitasnya yang sekarang sudah berproduksi adalah 80.000 ton, di tahap kedua tahun ini akan ditambah lagi 80.000 ton,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
Dengan begitu, produksi anoda dari KEK Kendal bisa mencapai 160.000 ton dan menjadi yang terbesar di dunia karena saat ini China hanya memproduksi 120.000 ton per tahun.
Sementara untuk produksi katoda LFP, Indonesia masih ada di posisi kedua terbesar setelah China. Dengan dua industri tersebut yakni anoda dan katoda, Susiwijono yakin KEK Kendal dalam mendorong rencana pemerintah untuk membangun ekosistem EV di Indonesia.