kumparan
22 Oktober 2019 11:02

Uang Kas Mau Habis, WeWork Disuntik Rp 210 T oleh Softbank

Startup WeWork
Ilustrasi seorang pria masuk ke co-working space WeWork di New York, AS. Foto: Brendan McDermid/Reuters
Softbank akan menyuntikkan dana hingga USD 15 miliar atau setara Rp 210 triliun (USD 1 = Rp 14.000) ke WeWork, startup office sharing. Dana itu terdiri dari investasi langsung senilai USD 10 miliar dan pinjaman USD 5 miliar.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari Reuters, Selasa (22/10), suntikan dana tersebut diperlukan agar perusahaan tetap berjalan dan mampu menambah arus kas. Bila tanpa pendanaan baru, WeWork yang batal IPO bulan lalu, bisa kehabisan arus kas.
Selain menyuntikkan dana, Softbank juga mengajukan tawaran pembelian saham WeWork yang dipegang investor, karyawan hingga pendiri senilai USD 3 miliar. Dengan rencana ini, Softbank bisa mengusai saham WeWork antara 60 hingga 80 persen.
Luhut Panjaitan, Anthony Tan, Masayoshi Son, Ridzki Kramadibrata
(ki-ka) President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata, CEO Grab Anthony Tan, Founder dan CEO Softbank Masayoshi Son, saat diterima Presiden Joko Widodo Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Sebagai bagian dari skema pendanaan dari Softbank, Pendiri WeWork Adam Neumann akan mundur dari posisi komisaris dan akan menjadi penasihat perusahaan.
"COO Softbank Marcelo Claure akan menggantikan Neumann sebagai komisaris," tulis Reuters.
Terkait skema tersebut, Softbank, WeWork hingga Neumann menolak berkomentar.
Saat ini, WeWork dikendalikan oleh 7 dewan direksi, di mana 2 di antaranya mewakili para investor.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan