kumparan
Bisnis12 Februari 2020 9:05

Ubah 8 Kebiasaan Ini Agar Gaji Tak Cepat Habis

Konten Redaksi kumparan
com-Ilustrasi Gajian Ludes
com-Ilustrasi Gajian Ludes Foto: Shutterstock
Tanggal menerima gaji dan tunjangan atau gajian selalu dinanti banyak orang. Setelah lelah sebulan bekerja, uang gajian biasa dipakai untuk perayaan singkat membahagiakan diri, mulai dari belanja hingga jalan-jalan.
ADVERTISEMENT
Eits, tapi hati-hati. Jangan sampai delapan kebiasaan ini bikin gajian cepat habis tanpa sadar, berikut daftarnya:

Anggap Beli Barang Murah Berarti Hemat

Salah satu kebiasaan usai gajian adalah membelanjakannya. Karena ingin tetap hemat, kamu mencari barang-barang yang harganya murah.
Dilansir dari lifehack.org, Rabu (12/2), ternyata kebiasaan membeli barang yang murah tidak selamanya bikin kantong hemat. Sebab, barang murah kadang kualitasnya tidak bagus, jadi masa pakainya juga tidak lama.
Alhasil, barang yang kamu anggap akan menghemat malah jadi penyebab boros karena harus membeli lagi dalam waktu berdekatan. Sayang, kan?

Beli Barang Diskon

Menjelang tanggal gajian, biasanya bertebaran diskon menarik. Potongannya bisa sampai 80 persen.
Sebenarnya tak ada yang salah membeli barang diskonan. Tapi, jangan sampai semua barang diskon kamu beli. Sebab hal itu justru akan membuat kantong cepat kosong.
ADVERTISEMENT

Akun Tabungan Terlalu Mudah Diakses

Kemajuan teknologi membuat akses apa pun lebih mudah, termasuk rekening bank. Dengan hp di tangan, kamu bisa akses kapanpun m-banking.
Kebiasaan ini ternyata berbahaya sebab semakin mudah untuk membelanjakan uangmu. Dengan m-banking di tangan, tanpa sadar kamu melakukan banyak pembelanjaan online!
Harbolnas
Ilustrasi belanja online Foto: Shutterstock
Carilah akun tabungan yang tidak dapat diakses dan tidak dapat ditautkan ke akunmu saat ini. Ini akan membantu kamu berpikir dua kali untuk mentransfer uang itu jika itu tidak mudah dilakukan.

Jangan Menunggu Belanja Bulanan

Belanja bulanan kerap dilakukan saat gajian turun. Tapi tanpa disadari kebiasaan ini juga bikin kamu jadi kalap menghabiskan uang.
Tak jarang, orang yang belanja bulanan dengan kalap akan terkejut melihat seberapa banyak barang yang dibeli dan ternyata tak begitu diperlukan. Barang dibeli hanya karena harganya murah.
ADVERTISEMENT

Bikin Target Tak Realistis

Demi menghemat uang bulanan, kamu bikin target untuk tak makan di luar sama sekali selama 30 hari ke depan. Sebenarnya target tersebut sah-sah saja jika kamu mampu melakukannya.
Sayangnya, target yang terlalu ambisius dalam menghemat pengeluaran sampai tak bisa menikmati makanan di luar justru tanpa disadari akan bikin kamu makan banyak suatu hari. Jadi, sebaiknya biarkan kamu makan di luar sekali seminggu.

Tidak Menulis Daftar Barang Belanjaan

Ini mirip dengan pembelian impulsif tetapi lebih dari itu ketika kita berbelanja makanan. Saat lapar, kamu akan membeli sekitar 20 persen lebih banyak makanan daripada yang mau dimakan.
Kebiasaan ini ternyata tak baik. Sebaiknya sebelum berbelanja terutama makanan untuk seminggu atau sebulan ke depan, bikin daftarnya.
ADVERTISEMENT

Buang Waktu Cari Penawaran Murah

Kebiasaan menghabiskan banyak waktu untuk menemukan penawaran terbaik saat berbelanja kadang bikin kantong bolong. Banyaknya barang yang kamu bandingkan harganya akan bikin pusing, ujung-ujungnya kena rayu pembeli untuk memboyong barang yang sebenarnya tak kamu butuhkan atau kualitasnya tak bagus.

Tidak Cek Barang yang Tak Lagi Diperlukan

Makin banyak barang yang dibeli, makin banyak pula yang tak terpakai di rumah, terutama barang lama. Kebiasaan ini kerap kali diabaikan padahal bisa menghemat pengeluaran.
Coba cek barang-barang lamamu yang terpakai. Jika kualitasnya bagus, bisa dijual lagi. Kebiasaan ini akan bikin kamu hemat pengeluaran sekaligus mengubah ruang dalam pikiranmu tentang hidup yang tak begitu perlu banyak harta.
Ilustrasi boros
Ilustrasi boros Foto: Pixabay
Jadi, kebiasaan mana yang kerap bikin keuangan kamu boncos?
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan