Bisnis
·
22 Juli 2021 11:45
·
waktu baca 3 menit

UMKM dan Sektor Informal Minta Jokowi Pegang Komando Penanganan COVID-19

Konten ini diproduksi oleh kumparan
UMKM dan Sektor Informal Minta Jokowi Pegang Komando Penanganan COVID-19 (32078)
searchPerbesar
Pengarahan Presiden Joko Widodo kepada Kepala Daerah Se Indonesia Tahun 2021, secara virtual, Senin (19/7). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
Forum Organisasi Usaha Rakyat Kecil UMKM-Infromal Nusantara atau Forum Urkantara mendorong Presiden Joko Widodo (Jokowi) turun tangan langsung dalam mengatasi COVID-19. Forum Urkantara telah melayangkan surat terbuka yang menggambarkan kondisi UMKM dan sektor informal yang terancam bangkut karena dampak pandemi tersebut.
ADVERTISEMENT
Jokowi diminta menyelesaikan permasalahan yang ada dalam waktu secepatnya dengan mengambil alih penanganan pandemi COVID-19. Jokowi harus bisa memastikan kebutuhan pangan tetap terpenuhi dalam kondisi sulit ini.
"Mengambil tongkat komando dan tongkat kendali sebagai Panglima Tertinggi Penanganan pandemi COVID-19, dan dengan segala daya dan sumber daya yang dimiliki Indonesia untuk memberikan jaminan perlindungan dan keselamatan jiwa seluruh rakyat dan bangsa Indonesia, memastikan terpenuhinya kebutuhan pangan seluruh rakyat dan bangsa Indonesia," bunyi dalam surat Forum Urkantara yang dikirimkan oleh Ketua Umum Komunitas Warung Tegal Nusantara, Mukroni ke kumparan pada Kamis (22/7).
"Melindungi dan menjamin keberlangsungan roda usaha rakyat kecil, UMKM dan Sektor Informal bergerak efektif, memulihkan ekonomi nasional dari resesi, serta mempertahankan dan memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia di bawah panji-panji Bhineka Tunggal Ika," lanjut bunyi surat itu.
ADVERTISEMENT
Jokowi juga diharapkan merombak total tim penanganan pandemi COVID-19 saat ini. Tim harus bisa bekerja sama yang solid, kredibel, kapabel, profesional, dan memiliki integritas kuat. Sehingga secepatnya mampu menangani pandemi COVID-19. Selain itu dampak yang diakibatkan berhasil dengan efektif, efisien, dan maksimal, serta tersudahi di seluruh wilayah Indonesia.
"Memanggil dan duduk bersama dengan para pimpinan organisasi pemangku usaha rakyat kecil UMKM dan Sektor Informal, dan usaha besar, para pimpinan organisasi profesi di bidang kesehatan, kedokteran, kesehatan masyarakat, kefarmasian, ekonomi, dan para ahli lain terkait untuk merumuskan, serta mengambil langkah dan tindakan super cepat, efektif dan efisien sehingga dalam tempo secepat-cepatnya pandemi COVID-19 dapat teratasi beserta dampak yang diakibatkan," bunyi surat dari Forum Urkantara.
ADVERTISEMENT
Forum Urkantara juga mendesak Jokowi harus berani mengalokasikan sebagian besar Anggaran APBN untuk difokuskan menangani pandemi COVID-19 dan dampak yang diakibatkan. Dampak tersebut seperti terhadap kesehatan termasuk kepada tenaga medis, para medis, sarana dan prasarana kesehatan hingga berbagai subsidi untuk menjamin kebutuhan dasar rakyat terpenuhi secara layak.
Selain itu harus dialokasikan juga untuk stimulus dan insentif ekonomi bagi usaha rakyat kecil, UMKM dan Sektor Informal. Stimulus dan insentif ekonomi lainnya baik yang usaha, ekonomi, dan pekerjaannya baik terdampak secara langsung maupun tidak langsung di seluruh Indonesia.
"Mengambil sikap tegas dan berani untuk mengeluarkan peraturan dan kebijakan-kebijakan khusus yang diperlukan untuk percepatan penanganan pandemi COVID-19 dengan pendekatan humanis dan persuatif, serta mencegah terjadinya tindakan represif dan kekerasan di lapangan sehingga berjalan efektif dan efisien," pinta Forum Urkantara.
ADVERTISEMENT
Forum Urkantara berisi gabungan para pengusaha UMKM dan sektor informal mulai dari Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia, Komunitas Warung Tegal Nusantara, Aliansi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia, Gumregah Bakti Nusantara, Gumregah Sakti Nusantara, Koperasi Usaha Nusantara Jaya, Ruang Naik Kelas (RNK) Wadah UMKM Berkualitas.
Ada juga Champion Cabai Indonesia, Asosiasi Bawang Merah Indonesia, Paguyuban Pecel Lele dan Seafood Brebes, BADKO GBN Jakarta Raya, Rumah Seniman Dan Budaya Nusantara, Paguyuban Pedagang Ketoprak Brebes, Lembaga Sukses Jakarta, hingga Perempuan Karya Cinta Indonesia.