Update Harga Komoditas: Nikel Turun 0,7 Persen, Timah Naik 0,9 Persen

25 November 2022 8:02
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi tambang batu bara Indika Energy. Foto: Indika Energy
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tambang batu bara Indika Energy. Foto: Indika Energy
ADVERTISEMENT
Harga minyak ditutup lebih rendah pada perdagangan, Kamis (24/11), Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) bertahan stabil di posisi terendah dua bulan, karena pembatasan G7 pada harga minyak Rusia menimbulkan keraguan tentang berapa banyak yang akan membatasi pasokan.
ADVERTISEMENT
Selain itu, peningkatan persediaan bensin AS yang lebih besar dari perkiraan dan kelonggaran kontrol COVID-19 di China juga menambah tekanan pada harga minyak mentah.
Mengutip dari Reuters, Jumat (25/11), minyak mentah Brent berjangka turun 0,3 persen menjadi USD 85,12 per barel. Sementara, minyak mentah berjangka WTI AS naik menjadi USD 77,96.
Batu Bara
Harga batu bara terpantau naik pada perdagangan Kamis (24/11). Menurut bursa ICE Newcastle (Australia), harga batu bara kontrak Desember 2022 naik 0,15 persen menjadi USD 356,10 per ton.
Sementara, untuk kontrak Februari 2023 harga batu bara justru turun tipis 0,09 persen menjadi USD 342,35 per ton.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
CPO
Harga minyak sawit (crude palm oil/CPO) terpantau menguat. Dikutip dari Bursa Malaysia, Jumat (25/11), harga CPO kontrak Januari 2023 naik 1,08 persen menjadi MYR 4.066 per ton.
ADVERTISEMENT
Sementara harga CPO untuk kontrak Februari 2023 menguat 0,7 persen menjadi MYR 4.091 per ton. Dan untuk kontrak Maret 2023 juga menguat 0,9 persen menjadi MYR 4.099 per ton.
Nikel
Harga nikel terpantau turun pada penutupan perdagangan Kamis (24/11). Harga nikel berdasarkan London Metal Exchange (LME) ditutup turun 0,73 persen menjadi USD 26.100 per ton.
Timah
Harga timah meningkat pada penutupan perdagangan Kamis (24/11). Harga timah berdasarkan situs LME ditutup naik 0,9 persen menjadi di USD 22.238 per ton.