Usai Mahasiswa IPB Terjerat Pinjol, OJK Sosialisasi Literasi Keuangan ke Kampus

21 November 2022 20:47
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tongam Lumban Tobing Foto: Siti Maghfirah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Tongam Lumban Tobing Foto: Siti Maghfirah/kumparan
ADVERTISEMENT
Ratusan mahasiswa IPB terjerat penipuan pinjaman online (pinjol) ilegal. Meski sudah diusut polisi, mereka tetap diwajibkan melunasi utang yang jumlahnya mencapai triliunan rupiah.
ADVERTISEMENT
Ketua Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Tongam Lumban Tobing, mengatakan insiden tersebut disebabkan literasi keuangan masih rendah.
Ia menyebut ke depannya, OJK akan bekerja sama dengan universitas-universitas di Indonesia untuk memberikan penyuluhan kepada mahasiswa baru, dimulai dari IPB.
“Kasus IPB ini jadi pengalaman buat kita, perlu literasi keuangan. Dari rektorat sudah menyampaikan pada penerimaan mahasiswa baru, itu kan ada sekitar 8.000 mahasiswa baru ya, itu akan diberikan kewaspadaan soal pinjaman online, kita harap bisa memberikan edukasi agar tidak tertipu oleh hal seperti ini,” tutur Tongam di IPB, Senin (21/11).
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Selain itu, Tongam memastikan pihaknya akan menjembatani mahasiswa IPB yang menjadi korban penipuan investasi online. Ia akan berkoordinasi dengan 4 platform pemberi pinjaman, yang terdiri dari 3 perusahaan pembiayaan, dan 1 P2P directive untuk menyampaikan saran, agar mahasiswa yang terjebak penipuan online bisa dibantu.
ADVERTISEMENT
“Kami sudah berkoordinasi dengan 4 platform lender. Kami usulkan agar mahasiswa IPB yang menjadi korban penipuan online bisa dibantu, tapi tergantung kebijakan platform juga,” kata Tongam
Bentuk bantuan terhadap mahasiswa dilakukan lewat pengumpulan data terlebih dahulu melalui https://kontak157.ojk.go.id/. Data yang dikumpulkan kemudian diserahkan pada platform yang sudah bersedia bekerja sama.
“SWI akan menjembatani pengumpulan data mahasiswa yang menjadi korban. Kami sampaikan link-nya paling lambat hari Rabu jam 12 siang, mahasiswa yang menjadi korban harus sudah menyampaikan data melalui link tersebut, dan akan kami sampaikan ke platform untuk memutus secara individual,” tutur Tongam.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020