Usai Sempat Ditolak, RI Kembali Ekspor 182 Ton Udang ke AS

3 Desember 2025 10:30 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Usai Sempat Ditolak, RI Kembali Ekspor 182 Ton Udang ke AS
Indonesia kembali ekspor 182 ton udang ke Amerika Serikat senilai Rp 25 miliar. Produk ini dipastikan bebas Cesium 137 dan memenuhi standar keamanan.
kumparanBISNIS
Pelepasan ekspor udang bebas C-137 ke AS di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (3/12/2025). Foto: Argya Maheswara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pelepasan ekspor udang bebas C-137 ke AS di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (3/12/2025). Foto: Argya Maheswara/kumparan
ADVERTISEMENT
Indonesia kembali mengekspor produk udang yang telah tersertifikasi bebas Cesium 137 (Cs-137) ke Amerika Serikat. Total ekspor kali ini mencapai 182 ton dengan nilai sekitar Rp 25 miliar.
ADVERTISEMENT
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono, menegaskan bahwa udang 10 kontainer ini telah memenuhi standar keamanan pangan United States Food and Drug Administration (FDA).
“Ini menunjukkan udang Indonesia masih sangat dibutuhkan, di tengah persaingan luar biasa dari Ekuador, China, India, bahkan Vietnam,” ujar dia saat pelepasan ekspor udang bebas Cs-137 di Pelabuhan Tanjung Priok, Rabu (3/12).
Ekspor dilakukan melalui dua pelabuhan. Sebanyak 4 kontainer dari Tanjung Priok, Jakarta, dan 6 kontainer dari Tanjung Perak, Surabaya. Udang tersebut akan dikirim ke beberapa pelabuhan utama AS, seperti Los Angeles, Houston, Savannah, dan Miami.
Trenggono menyampaikan bahwa KKP sedang membangun laboratorium dalam negeri agar proses sertifikasi bisa dilakukan lebih cepat dan tidak bergantung pada fasilitas luar negeri.
ADVERTISEMENT
“Nanti bersama BRIN dan Bapeten, kita akan bekerja sama. Kami sudah mulai membangun laboratorium yang ke depan tidak hanya memeriksa cesium. Karena sebenarnya kita tidak memiliki cesium, itu hasil pengayaan,” tuturnya.
Ia optimistis pembangunan laboratorium ini akan menghilangkan keluhan dari pembudidaya dan industri pengolahan terkait persyaratan ekspor udang ke AS. Selain itu, seluruh Unit Pengolahan Ikan (UPI) disebut telah berkomitmen menyerap hasil budidaya.
Pelepasan ekspor udang bebas C-137 ke AS di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (3/12/2025). Foto: Argya Maheswara/kumparan
“Ke depan, para UPI sudah berjanji akan segera membeli seluruh produk dari para pembudidaya,” kata Trenggono.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengapresiasi langkah cepat KKP menangani isu Cs-137 dan pembangunan laboratorium.
“Ini akan memberikan kepercayaan kepada dunia. Informasi yang jelas dan komprehensif kepada mitra dagang, termasuk US FDA dan importir AS, menjadi fondasi menjaga kepercayaan dan stabilitas akses pasar. Pemerintah akan terus mendampingi pelaku usaha,” ujar Zulhas.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, kasus pertama kali mencuat ketika Food and Drug Administration (FDA) AS menerima laporan adanya udang beku dari Indonesia yang terindikasi terpapar CS-137.
Deteksi awal dilakukan oleh Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP) di empat pelabuhan besar: Los Angeles, Houston, Savannah, dan Miami.
FDA kemudian mengambil sejumlah sampel untuk dianalisis. Hasil laboratorium mengkonfirmasi keberadaan CS-137 pada salah satu produk udang tepung roti. Seluruh kontainer yang dinyatakan positif langsung ditolak masuk ke AS.
Ekspor Udang ke AS Ditargetkan Capai 10.000 Ton Tahun Ini
Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan KKP, Ishartini, menyebutkan sejak 31 Oktober hingga 2 Desember telah berlayar 303 kontainer produk udang ke AS, dengan volume 5.218 ton atau senilai Rp 949 miliar.
ADVERTISEMENT
“Dengan demikian, sejak 31 Oktober hingga akhir Desember, ekspor ke Amerika diperkirakan mencapai 605 kontainer, atau 10.000 ton dengan nilai Rp 1,8 triliun,” ujar Ishartini.
Saat ini, Badan Mutu KKP telah ditunjuk sebagai Certifying Agency untuk menerbitkan sertifikat Free Cs-137 yang diakui US FDA sejak 31 Oktober 2025.