Utang Luar Negeri Indonesia di Januari 2022 Turun Jadi USD 413,6 Miliar

15 Maret 2022 10:28 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Uang dolar. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Uang dolar. Foto: Shutter Stock
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Bank Indonesia melaporkan utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Januari 2022 turun menjadi USD 413,6 miliar, dibandingkan posisi bulan sebelumnya senilai USD 415,3 miliar
ADVERTISEMENT
Penurunan terjadi baik pada posisi utang luar negeri sektor publik (Pemerintah dan Bank Sentral) maupun sektor swasta. Secara tahunan, posisi utang luar negeri Januari 2022 terkontraksi 1,7 persen (yoy), lebih dalam dibandingkan kontraksi bulan sebelumnya 0,4 persen (yoy).

Utang Luar Negeri Pemerintah Melanjutkan Tren Penurunan

Setelah mengalami penurunan sejak September 2021, posisi ULN Pemerintah pada Januari 2022 tercatat USD 199,3 miliar, kembali turun dibandingkan posisi ULN pada bulan sebelumnya USD 200,2 miliar.
Hal ini menyebabkan ULN Pemerintah terkontraksi 5,4 persen (yoy), lebih dalam dibandingkan Desember 2021 yang terkontraksi 3,0 persen. Penurunan terjadi seiring beberapa seri SBN yang jatuh tempo pada Januari 2022, termasuk SBN dalam denominasi dolar AS.
Dari sisi pinjaman, secara neto penurunan terjadi pada pinjaman bilateral, seiring adanya pelunasan pinjaman untuk pembiayaan beberapa proyek infrastruktur.
ADVERTISEMENT
Pemerintah tetap berkomitmen menjaga kredibilitas dengan memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga utang secara tepat waktu, serta mengelola ULN secara hati-hati, kredibel, dan akuntabel.
Penarikan ULN yang dilakukan di bulan Januari 2022 tetap diarahkan pada pembiayaan sektor produktif, serta diupayakan turut mendukung penanganan Covid-19 dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Dukungan ULN Pemerintah dalam memenuhi pembiayaan sektor produktif dan kebutuhan belanja prioritas antara lain mencakup sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (24,5 persen dari total ULN Pemerintah), sektor jasa pendidikan (16,5 persen), sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (15,1 persen), sektor konstruksi (14,2 persen), dan sektor jasa keuangan dan asuransi (11,8 persen).
Posisi ULN Pemerintah relatif aman dan terkendali jika dilihat dari sisi risiko refinancing jangka pendek, mengingat hampir seluruh ULN memiliki tenor jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,9 persen dari total ULN Pemerintah.
Ilustrasi Bank Indonesia. Foto: REUTERS/Willy Kurniawan
Utang Luar Negeri Swasta Juga Menurun
ADVERTISEMENT
Posisi ULN swasta tercatat sebesar USD 205,3 miliar pada Januari 2022, menurun dari USD 206,1 miliar pada Desember 2021. Secara tahunan, ULN swasta terkontraksi 1 persen (yoy) pada Januari 2022, lebih dalam dibandingkan periode sebelumnya yang terkontraksi 0,8 persen.
Perkembangan tersebut bersumber dari adanya pelunasan pinjaman luar negeri swasta yang jatuh tempo selama periode Januari 2022, sehingga menyebabkan ULN lembaga keuangan (financial corporations) terkontraksi sebesar 4,3 persen (yoy), lebih dalam dibandingkan Desember 2021 yang terkontraksi 4,2 persen (yoy).
Selain itu, ULN korporasi bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations) terkontraksi sebesar 0,1 persen (yoy), setelah tumbuh 0,1 persen (yoy) pada bulan sebelumnya.
Berdasarkan sektornya, ULN swasta terbesar bersumber dari sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas, dan udara dingin, sektor industri pengolahan, serta sektor pertambangan dan penggalian, dengan pangsa mencapai 76,6 persen dari total ULN swasta. ULN tersebut tetap didominasi ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 76,3 persen terhadap total ULN swasta.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bersama Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memimpin pertemuan tingkat Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral atau Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting (FMCBG) di JCC, Kamis (17/2/2022). Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Kondisi Struktur Utang Luar Negeri Indonesia
ADVERTISEMENT
Bank Indonesia mengeklaim struktur utang luar negeri Indonesia tetap sehat, didukung penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.
ULN Indonesia pada Januari 2022 terkendali, tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang tetap terjaga di kisaran 34,1 persen, menurun dibandingkan rasio pada bulan sebelumnya sebesar 35 persen.
Selain itu, ditunjukkan oleh ULN Indonesia yang tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang, dengan pangsa mencapai 88,2 persen dari total ULN.
Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.
Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pemulihan ekonomi nasional, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.
ADVERTISEMENT