Bisnis
·
19 Oktober 2020 6:54

Wall Street Bervariasi, Perkembangan Vaksin Corona di AS Mulai Jelas

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Wall Street Bervariasi, Perkembangan Vaksin Corona di AS Mulai Jelas  (33273)
Ilustrasi Wall Street Foto: Wikimedia Commons
Indeks utama Wall Street bervariasi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu. Dow dan S&P mencatat kenaikan karena adanya kejelasan waktu untuk perkembangan vaksin corona dan data penjualan ritel yang lebih baik dari proyeksi.
ADVERTISEMENT
Mengutip laporan Reuters, Senin (19/10), Dow Jones Industrial Average naik 112,11 poin atau 0,39 persen menjadi 28.606,31, S&P 500 naik 0,47 poin atau 0,01 persen menjadi 3.483,81. Sementara Nasdaq turun 42,32 poin atau 0,36 persen menjadi 11.671,56.
Pfizer Inc mengumumkan dapat mengajukan otorisasi AS untuk vaksin corona yang dikembangkannya dengan mitra Jerman, BioNTech, pada November. Saham Pfizer naik 3,8 persen.
"Dua penggerak pasar tingkat tertinggi adalah jadwal vaksin dan optimisme stimulus," kata Ross Mayfield, ahli strategi investasi di Baird di Louisville, Kentucky.
Sementara itu, penjualan ritel pada September 2020 melampaui ekspektasi analis dan permintaan konsumen untuk bulan ini juga meningkat menurut dua laporan ekonomi terpisah.
Meski demikian, kenaikannya diperkirakan tidak terlalu tinggi, mengingat stimulus fiskal tambahan juga belum mencapai kesepakatan.
ADVERTISEMENT
"Dari data penjualan ritel itu kita dapat melihat bahwa konsumen tertatih-tatih dalam waktu yang lama. Saya tidak tahu berapa lama ini dapat berlanjut tanpa stimulus," tambah Mayfield.
Terkait stimulus, Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin, mengatakan kepada Ketua DPR Nancy Pelosi bahwa Presiden Donald Trump dan Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell mempertimbangkan kesepakatan stimulus fiskal tambahan untuk pandemi.
Sementara itu, Pemimpin Partai Republik Kevin McCarthy mengatakan, kesepakatan tak akan tercapai sebelum pilpres 3 November mendatang.
Wall Street Bervariasi, Perkembangan Vaksin Corona di AS Mulai Jelas  (33274)
New York Stock Exchange (NYSE). Foto: Reuters
Di kuartal ketiga ini, sebanyak 46 perusahaan di S&P 500 telah melaporkan laporan keuangan. Dari jumlah tersebut, 86 persen berada di atas ekspektasi.
Perusahaan jasa minyak Schlumberger NV membukukan kerugian di kuartal ketiga karena jatuhnya harga minyak mentah dan anjloknya permintaan. Sahamnya turun 8,8 persen.
ADVERTISEMENT
Operator kereta api Kansas City Southern merosot 2,7 persen. Sementara perusahaan transportasi dan logistik J.B. Hunt Transport Services Inc anjlok 9,7 persen, setelah hasil kuartalan perusahaan terpukul akibat turunnya permintaan pengiriman.
Indeks Dow Jones Transport, yang dianggap sebagai barometer kesehatan ekonomi, turun 1,3 persen.
Saham perusahaan kebugaran, Peloton Interactive Inc, kehilangan 3,7 persen setelah mengumumkan penarikan kembali pedal yang rusak pada sepeda olahraga populernya.
Volume di bursa saham AS adalah 8,82 miliar saham, lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata 9,31 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.