kumparan
search-gray
Bisnis27 Maret 2020 6:34

Wall Street Melesat, Imbas Stimulus Senilai USD 2 Triliun

Konten Redaksi kumparan
Ilustrasi Wall Street
Ilustrasi Wall Street Foto: Wikimedia Commons
Indeks saham utama AS atau Wall Street melesat dan menguatkan keuntungan global dalam pasar saham pada penutupan perdagangan Kamis (26/12). Penguatan Wall street didorong oleh stimulus bantuan senilai USD 2 triliun untuk mengatasi dampak wabah corona yang disetujui Senat Amerika Serikat (AS).
ADVERTISEMENT
Dilansir Reuters, Jumat (27/3), Dow Jones Industrial Average naik 1.047,96 poin atau 4,94 persen menjadi 22.248,51, indeks S&P 500 bergerak naik di angka 117,72 atau meningkat 4,76 persen, dan Nasdaq Composite naik 300,37 poin atau 4,07 persen menjadi 7.684,66.
Pemerintah AS mengeluarkan kebijakan pemberian stimulus tersebut, sebagai upaya untuk membendung dampak wabah corona terhadap perekonomian terbesar di dunia. Hal tersebut dilakukan, meskipun AS tidak lepas pula pada ancaman pengangguran pada sebanyak hampir 3,3 juta penduduk selama sepekan terakhir ini.
Ketua Federal Reserve Jerome Powell sebelumnya, Kamis (26/3), mengatakan bahwa ekonomi AS kemungkinan saat ini telah dalam situasi resesi. Merebaknya pandemi virus corona tak dipungkiri juga telah menjadi faktor penyebab situasi ini dan mesti segera diselesaikan persoalannya.
ADVERTISEMENT
Presiden AS Donald Trump pun lantas menginginkan agar perekonomian bisa kembali bergairah saat momen paskah, setidaknya sekitar dua minggu ini. Pihaknya pun tengah mencari solusi agar paket stimulus yang disiapkan bisa menuntaskan masalah pengangguran yang melanda negeri Paman Sam itu.
"Jika angka-angka ini berlanjut selama tiga atau empat minggu, akan ada permintaan untuk lebih banyak dukungan fiskal," kata kepala strategi pasar di Prudential Financial di Newark, New Jersey, Quincy Krosby.
Indeks STOXX 600 pan-Eropa naik 2,55 persen dan indeks saham MSCI di seluruh dunia .MIWD00000PUS naik 3,79 persen.
Pasar saham global telah kehilangan sekitar seperempat dari nilainya dalam enam minggu terakhir sebagai imbas dari masifnya penyebaran virus corona.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white