Wall Street Menguat Imbas Pernyataan The Fed Soal Suku Bunga

12 Januari 2022 6:35
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Wall Street Menguat Imbas Pernyataan The Fed Soal Suku Bunga (94803)
zoom-in-whitePerbesar
New York Stock Exchange (NYSE) Foto: REUTERS/Lucas Jackson
Indeks utama Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Selasa (11/1). Penguatan didorong pernyataan Ketua Federal Reserve Jerome Powell, yang mengatakan rencana kenaikan suku bunga dan tappering off sejatinya bertujuan untuk mempertahankan pemulihan ekonomi.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari Reuters, Rabu (12/1), Dow Jones Industrial Average naik 183,15 poin, atau 0,51 persen menjadi 36.252,02, S&P 500 naik 42,78 poin, atau 0,92 persen menjadi 4.713,07 dan Nasdaq Composite bertambah 210,62 poin, atau 1,41 persen menjadi 15.153,45.
Seperti diketahui, awalnya investor khawatir bahwa rencana The Fed menaikkan suku bunga justru akan menghambat pemulihan ekonomi. Setelah anjlok 1 persen pada perdagangan sebelumnya, sektor teknologi yang sensitif terhadap kenaikan suku bunga pun tercatat naik kembali. Nasdaq yang sarat teknologi ditutup naik 1,4 persen menandai kenaikan harian terbesar sepanjang tahun ini.
Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 naik, dengan sektor-sektor yang memiliki pertumbuhan tinggi seperti teknologi, layanan konsumen, dan layanan komunikasi berkontribusi paling besar terhadap kenaikan S&P. Perolehan persentase terbesar adalah energi, yang berakhir naik 3,4 persen karena minyak mentah berjangka naik.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Investor juga akan mencermati musim laporan keuangan yang dimulai Jumat nanti. Emiten bank-bank besar diperkirakan akan menunjukkan peningkatan dalam pendapatan inti kuartalan berkat pinjaman baru dan imbal hasil Treasury yang menguat.
Wall Street Menguat Imbas Pernyataan The Fed Soal Suku Bunga (94804)
zoom-in-whitePerbesar
Seorang pria memakai masker berjalan melewati sebuah tanda jalan, Wall Street di luar New York Stock Exchange (NYSE) di New York City, New York, AS. Foto: Shannon Stapleton/REUTERS
Saham produsen vaksin Moderna berakhir turun 5,3 persen setelah naik lebih dari 9 persen pada hari Senin. Mitra vaksin Pfizer, BioNTech juga turun 6,2 persen.
Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui apakah vaksin COVID-19 yang ada memberikan perlindungan yang memadai terhadap varian Omicron. Sementara itu saham Pfizer ditutup naik 0,8 persen.
Saham Operator kasino Las Vegas Sands Corp naik 6,6 persen sedangkan International Business Machines turun 1,6 persen.
Volume perdagangan di Wall Street mencapai 10,58 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir sebanyak 10,55 miliar saham.
ADVERTISEMENT