kumparan
Bisnis18 Mei 2020 7:21

Wall Street Menguat Tipis, Dibayangi Ketegangan Dagang AS - China

Konten Redaksi kumparan
Ilustrasi Wall Street
Ilustrasi Wall Street Foto: Wikimedia Commons
Ketiga indeks utama Wall Street ditutup sedikit lebih tinggi pada akhir pekan lalu. Meskipun investor masih diliputi kekhawatiran terkait hubungan dagang AS-China yang kembali memanas serta data ekonomi AS yang melemah dari perkiraan.
ADVERTISEMENT
Dilansir Reuters, Senin (18/5), Dow Jones Industrial Average naik 60,08 poin atau 0,25 persen menjadi 23.685,42, indeks S&P 500 naik 11,2 poin atau 0,39 persen menjadi 2.863,7, dan Nasdaq Composite menambahkan 70,84 poin atau 0,79 persen menjadi 9.014,56.
Selama sepekan lalu, indeks S&P 500 turun 2,3 persen, penurunan terbesar sejak 20 Maret. Dow turun 2,7 persen dan Nasdaq turun 1,2 persen.
Enam dari sebelas sektor utama S&P ditutup lebih tinggi, dipimpin kenaikan sektor komunikasi 1,3 persen. Sementara sektor utilitas turun 1,4 persen dan sektor keuangan turun 0,7 persen.
saham di Wall Street
Pekerja melihat pergerakan saham dari layar monitor di Wall Street di New York City. Foto: Eisele / AFP
Data penjualan ritel dan output manufaktur AS selama April 2020 menunjukkan rekor terendah akibat pandemi virus corona.
Selain itu, investor juga khawatir atas pernyataan Presiden Donald Trump yang akan memblokir pengiriman semikonduktor ke perusahaan teknologi China, Huawei. Atas pernyataan itu, indeks Philadelphia Semiconductor turun lebih dari 2 persen.
ADVERTISEMENT
China pun langsung merespons pernyataan Trump dan menyatakan siap menempatkan perusahaan AS dalam daftar yang tak akan diperhitungkan.
Kombinasi dari ketegangan perdagangan dan data yang lemah mengakibatkan S&P 500 turun sekitar 1,3 persen di awal sesi, namun sebagian besar sesi sore itu berfluktuasi positif.
"Kami mendapat kegelisahan pada perdagangan China, tapi sorenya fokus pasar beralih ke pelonggaran lockdown,” kata John Augustine, kepala investasi di Huntington National Bank di Columbus, Ohio.
Saham Sorrento Therapeutics Inc (SRNE.O) naik 158 persen, setelah hasil eksperimen tahap awal perusahaan biofarmasi ini menunjukkan antibodi yang diciptakan mampu menangkal infeksi COVID-19.
Volume perdagangan di Wall Street mencapai 11,36 miliar saham, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata 11,39 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan