Bisnis
·
6 Januari 2021 15:14

Widodo Makmur Unggas Mau Jual Saham di Bursa, Incar Dana hingga Rp 1,2 Triliun

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Widodo Makmur Unggas Mau Jual Saham di Bursa, Incar Dana hingga Rp 1,2 Triliun (57579)
Ilustrasi unggas. Foto: ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto
PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMU) akan melakukan Penawaran Umum Perdana atau Initial Public Offering (IPO). Perseroan bakal melepas sebanyak-banyaknya 5.923.076.900 saham baru ke publik, setara dengan sebanyak-banyaknya 35 persen dari modal yang ditempatkan dan disetor setelah IPO.
ADVERTISEMENT
“Widodo Makmur Unggas menawarkan harga IPO berkisar antara Rp 142 sampai Rp 200,” ujar Direktur Utama Widodo Makmur Unggas, Ali Mas’adi dalam Public Expose Virtual, Rabu (6/1). Dengan demikian melalui aksi korporasi ini perseroan berpotensi meraup dana segar Rp 841 miliar hingga Rp 1,2 triliun.
Bersamaan dengan pelaksanaan Penawaran Umum Perdana, WMU juga akan melakukan penjatahan saham melalui program alokasi saham pegawai atau Employee Stock Allocation (ESA). Dalam program ini, Perseroan menjatahkan sebanyak-banyaknya 7,5 persen dari jumlah saham IPO. Selain itu, Perseroan juga memberikan opsi kepemilikan saham oleh manajemen (MSOP) sebanyak-banyaknya 1 persen dari portepel IPO.
Ali pun menyatakan pihaknya tetap optimistis meski melantai di bursa saat masa pandemi. “Kami optimis dapat meraih kesuksesan IPO di tengah pandemi COVID-19,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
Adapun komposisi kepemilikan saham WMU dimiliki oleh PT Widodo Makmur Perkasa (WMP) 90,00 persen, Ibu Warsini 5,00 persen, dan Bapak Wahyu Andi Susilo 5,00 persen. WKU akan mendapatkan pernyataan pra-efektif dari Otoritas Jasa Keuangan pada 30 Desember 2020.
Widodo Makmur Unggas Mau Jual Saham di Bursa, Incar Dana hingga Rp 1,2 Triliun (57580)
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan
Kemudian, penawaran umum perdana akan dilakukan pada 7 – 13 Januari 2021. Sedangkan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) direncanakan pada 29 Januari 2021. Perseroan menunjuk CIMB Niaga Sekuritas, BRI Danareksa Sekuritas, dan Samuel Sekuritas sebagai Joint Lead Underwriters (JLU).
WMU memiliki unit-unit bisnis meliputi breeding farm, hatchery, commercial broiler farm, commercial layer farm, slaughterhouse, dan feedmill di beberapa lokasi fasilitas yang tersebar di Pulau Jawa. Perseroan dikelola secara profesional oleh tim manajemen yang paham akan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).
ADVERTISEMENT
WMU menciptakan operasi terstandarisasi berdasarkan kekuatan riset dalam menentukan genetika ternak terbaik, teknologi pakan dan pertanian, menerapkan bio-security dengan ketat dan Good Farming Practices (GFP) serta Good Breeding Practices (GBP) di peternakan.
Model bisnis ini menghubungkan berbagai proses bisnis dalam rangka pemenuhan kebutuhan protein hewani Indonesia dengan produk daging ayam yang diproduksi oleh Widodo Makmur Unggas.
“Kami yakin dan percaya dengan prospek yang positif yang akan ditawarkan oleh Widodo Makmur Unggas di masa yang akan datang, kini publik dapat menjadi bagian dari peluang investasi ini. Pertumbuhan Widodo Makmur Unggas akan didukung oleh tingginya pertumbuhan pelanggan dan permintaan secara berkelanjutan terkait kualitas dan inovasi pelayanan,” tegasnya.