Wishnutama: Kampanye Bangga Buatan Indonesia Gaet 1,6 Juta UMKM Go Digital

28 Agustus 2020 11:35
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengikuti Rapat Kerja bersama Komisi X DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (26/8). Foto: PUSPA PERWITASARI/ANTARA
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengikuti Rapat Kerja bersama Komisi X DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (26/8). Foto: PUSPA PERWITASARI/ANTARA
ADVERTISEMENT
Beberapa kementerian/lembaga menginisiasi kampanye nasional gerakan Belanja Buatan Indonesia (BBI) yang salah satu tujuannya mendorong pelaku UMKM bertransformasi dari pasar offline ke online dengan memanfaatkan teknologi.
ADVERTISEMENT
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio melaporkan per 15 Agustus 2020, ada 1,6 juta UMKM yang bergabung dalam ekosistem digital besutan program BBI.
“Per 15 Agustus 2020, ada tambahan 1,6 juta UMKM yang masuk dalam ekosistem digital sejak (Kampanye BBI) launching pada bulan Mei,” ungkap Wishnutama dalam Pembukaan Karya Kreatif Indonesia 2020, Jumat (28/8).
Menurut Wishnutama dalam program BBI tersebut, pemerintah menggandeng banyak platform seperti Grab, Gojek, Shopee dan lain-lain. Kemenparekraf juga melaksanakan program Beli Kreatif Lokal yang merupakan program turunan dari kampanye BBI.
Konsumen membayar non tunai dengan menggunakan Quick Response Indonesia Standard (QRIS) di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Senin (16/3). Foto: ANTARA FOTO/Makna Zaezar
zoom-in-whitePerbesar
Konsumen membayar non tunai dengan menggunakan Quick Response Indonesia Standard (QRIS) di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Senin (16/3). Foto: ANTARA FOTO/Makna Zaezar
Dalam program Beli Kreatif Lokal, dia mengatakan, pihaknya memberikan berbagai pendampingan untuk peningkatan kompetensi pelaku UMKM untuk masuk ke platform digital.
ADVERTISEMENT
Di antaranya memberikan pelatihan pembuatan konten komersial yang menarik. Kemudian membantu aktivasi media sosial UMKM, membuat online group dengan pendamping untuk membantu perencanaan keuangan, stocking, dan membuka channel untuk mendapat demand, dan lainnya.
Juga menyelenggarakan webinar khusus untuk peserta BKL dan konsultasi, membantu pengurusan sertifikat HAKI untuk 200 peserta terpilih mempromosikan dan mengikutsertakan peserta dengan performa terbaik ke program-program kerjasama Kemenparekraf dengan pihak lain. Serta program Bantuan Insentif Pemerintah dengan total dana yang dialokasikan sejumlah Rp 24 miliar.
“Beli Kreatif Lokal bertujuan untuk bantu para pelaku ekraf subsektor kuliner, fashion dan kriya untuk dapat bangkit. Kami jalankan progam ini dalam berbagai tahapan. Seperti optimalisasi pemasaran digital yang terintegrasi dan pendampingan untuk peningkatan omzet,” tandasnya.
ADVERTISEMENT