kumparan
9 Des 2018 13:07 WIB

Yusuf Mansur Beli Saham Lechia Gdansk: Ini Bisnis Sekaligus Dakwah

Yusuf Mansur (Foto: Dok. Pribadi Yusuf Mansur)
Ustaz Yusuf Mansur yang akrab disapa UYM, memastikan pembelian saham klub sepak bola Eropa asal Polandia, Lechia Gdansk. Untuk tahap awal, saham yang dibeli sebanyak 10 persen, dilakukan melalui perusahaan financial technology bentukan UYM, PayTren.
ADVERTISEMENT
Pendiri Pondok Pesantren Darul Quran yang memang menggemari sepak bola ini mengungkapkan, di klub tempat bernaungnya Egy Maulana Vikri tersebut, PayTren akan menjadi pemilik sekaligus sponsor.
Terkait hal ini, UYM menyatakan bahwa pembelian saham Lechia Gdansk bukan hanya bisnis semata, tapi juga untuk kepentingan sosial dan dakwah.
"Pembelian saham ini hanya sebagai permulaan, karena kita akan masuk Eropa bukan hanya di sepak bola dan bisnis, tetapi juga sosial dan dakwah," katanya saat ditemui di Jakarta Islamic Center, Minggu (9/12).
Logo Paytren terpampang di jersi Lechia Gdansk (Foto: Instagram/@yusufmansurnew)
UYM menjelaskan, kerja sama yang dilakukan PayTren dengan Daarul Qu'ran bisa memudahkan niatan tadi. Selain itu, UYM juga berniat membangun rumah-rumah tahfidz di Eropa.
"Jadi kita memperkenalkan Islam dari sisi investasi gitu. Dari sisi kebudaayaan, moral, dan lain sebagainya," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Langkah PayTren ini juga diharapkan membuat Indonesia bisa lebih dikenal di dunia. Jika selama ini Indonesia yang mengundang investor asing masuk ke dalam negeri, maka kali ini Indonesia yang berinvestasi di luar negeri.
Dia mengungkapkan, PayTren sendiri baru wajib membayar transaksi senilai 2,5 juta euro itu pada enam bulan mendatang. Tepatnya Juni 2019. Itu pun, pembayarannya diangsur sebanyak tujuh kali. Sementara benefit yang didapat PayTren sudah langsung efektif begitu kontrak pembelian ditandatangani.
Menyangkut sumber dananya, Yusuf Mansur menjelaskan, akan dilakukan secara berjemaah. “Kalau saya sama istri, darimana duitnya? Lalu bagaimana? Kita berjemaah. Kalau ada sejuta orang yang mau ikutan, kan cuma Rp 42.000 per orang,” pungkas dia.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan