4 Pemain Italia yang Tampil Buruk saat Ditahan Jerman di UEFA Nations League

5 Juni 2022 7:44
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Pemain Italia Lorenzo Pellegrini merayakan gol pertama mereka bersama rekan satu timnya saat hadapi Jerman di Stadion Renato Dall'Ara, Bologna, Italia, Sabtu (4/6/2022). Foto: Alberto Lingria/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Italia Lorenzo Pellegrini merayakan gol pertama mereka bersama rekan satu timnya saat hadapi Jerman di Stadion Renato Dall'Ara, Bologna, Italia, Sabtu (4/6/2022). Foto: Alberto Lingria/REUTERS
ADVERTISEMENT
Italia gagal merengkuh tiga poin saat menjamu Jerman di matchday pertama Grup C UEFA Nations League A 2022/23, Minggu (5/6) dini hari WIB. Bermain di Stadion Renato Dall’Ara, Gli Azzurri ditahan 1-1 oleh sang tamu.
ADVERTISEMENT
Italia unggul lebih dulu melalui gol yang dicetak oleh Lorenzo Pellegrini. Namun, keunggulan tim besutan Roberto Mancini tak bertahan lama. Tiga menit berselang, Jerman berhasil menyamakan kedudukan melalui Joshua Kimmich.
Lantas, siapa saja penggawa Italia yang tampil buruk di laga ini? Simak ulasan berikut ini dengan data dikutip dari Sofascore.

1. Gianluca Scamacca

Pemain Italia Gianluca Scamacca beraksi bersama pemain Jerman Antonio Rudiger di Stadion Renato Dall'Ara, Bologna, Italia, Sabtu (4/6/2022). Foto: Alberto Lingria/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Italia Gianluca Scamacca beraksi bersama pemain Jerman Antonio Rudiger di Stadion Renato Dall'Ara, Bologna, Italia, Sabtu (4/6/2022). Foto: Alberto Lingria/REUTERS
Turun sebagai starter, Gianluca Scamacca gagal membayar kepercayaan tersebut dengan menunjukkan penampilan yang mengesankan. Di laga ini, ia hanya mendapat rating 6,8.
Selama 85 menit berlaga, Scamacca mencatatkan empat upaya ke gawang. Sayang, hanya satu yang mengarah tepat ke sasaran. Selain itu, ia juga sekali menyia-nyiakan peluang emas yang didapatnya. Ia juga lemah dalam beradu duel darat, di mana hanya memenangkan tiga dari delapan kesempatan.
ADVERTISEMENT

2. Francesco Acerbi

Pemain Swiss Noah Okafor beraksi dengan pemain Italia Francesco Acerbi di Stadio Olimpico, Roma, Italia, Jumat (12/11). Foto: Alberto Lingria/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Swiss Noah Okafor beraksi dengan pemain Italia Francesco Acerbi di Stadio Olimpico, Roma, Italia, Jumat (12/11). Foto: Alberto Lingria/REUTERS
Francesco Acerbi tampil melempem di lini pertahanan. Ia turut berandil dalam terciptanya gol penyama kedudukan Jerman.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Kala itu, Acerbi gagal menghalau umpan penggawa Die Mannschaft di kotak penalti sehingga menciptakan kemelut di depan gawang Gianluigi Donnarumma. Pada kesempatan tersebut, Kimmich mampu memanfaatkannya menjadi gol.
Menyoal statistik, Acerbi tak begitu tangguh dalam duel darat. Ia hanya memenangkan tiga dari enam kesempatan. Selain itu, ia juga alami empat kali kehilangan penguasaan bola.

3. Sandro Tonali

Sandro Tonali menjalani debut di Timnas Italia senior. Foto: FIGC
zoom-in-whitePerbesar
Sandro Tonali menjalani debut di Timnas Italia senior. Foto: FIGC
Performa buruk turut ditunjukkan oleh Sandro Tonali. Gelandang berusia 22 tahun ini minim kontribusi, khususnya dalam membantu penyerangan.
Tercatat, Tonali tak sekalipun berhasil mengirimkan umpan kunci. Ia juga alami delapan kali kehilangan penguasaan bola. Pada laga ini, Tonali mendapat rating 6,7.
ADVERTISEMENT

4. Davide Frattesi

Pemain Sassuolo Davide Frattesi duel dengan Alvaro Morata dari Juventus saat pertandingan Liga Italia 2021/22 di Stadion Mapei - Citta del Tricolore, Reggio Emilia, Italia. Foto: Alberto Lingria/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Sassuolo Davide Frattesi duel dengan Alvaro Morata dari Juventus saat pertandingan Liga Italia 2021/22 di Stadion Mapei - Citta del Tricolore, Reggio Emilia, Italia. Foto: Alberto Lingria/Reuters
Terakhir adalah Davide Frattesi. Tampil selama 86 menit, gelandang asal klub Sassuolo ini tak mampu menunjukkan penampilan yang mengesankan.
Sama halnya dengan Tonali, Frattesi juga tak sekalipun berhasil mengirimkan umpan kunci. Selain itu, tiga upayanya ke gawang tak ada satu pun yang mengarah tepat ke sasaran. Frattesi juga alami enam kali kehilangan penguasaan bola.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020