kumparan
13 Februari 2020 16:06

AC Milan vs Juventus: 3 Hal yang Bisa Jadi Pembeda

PTR-Juventus melawan AC Milan
Pemain Juventus Douglas Costa berebut bola dengan pemain AC Milan Leo Duarte di Stadion Juventus Allianz, Turin. Foto: AFP/Marco Bertorello
Setelah Inter Milan vs Napoli, laga seru lain akan tersaji dalam leg pertama babak semifinal Coppa Italia 2019/20. AC Milan dan Juventus akan saling beradu di San Siro, Jumat (14/2/2020) dini hari WIB.
ADVERTISEMENT
Kedua tim bisa dibilang berada dalam inkonsistensi sejauh ini. Juventus menderita dua kekalahan dari tiga laga terakhir mereka di ajang Serie A. Terbaru, mereka tumbang di tangan Hellas Verona pada pekan 23.
Sedangkan AC Milan, setelah tidak kalah dalam lima laga di semua ajang, akhirnya tumbang di tangan Inter Milan dalam laga bertajuk Derby della Madonnina. Keunggulan dua angka di babak pertama berbalik menjadi kekalahan 2-4 di akhir laga.
Melihat tren kedua tim, baik itu AC Milan maupun Juventus sama-sama memiliki potensi untuk memenangi laga. Nah, pada tulisan ini, kumparanBOLA akan membedah faktor-faktor apa saja yang akan jadi penentu di laga ini. Silakan disimak.
Juventus melawan AC Milan
Pemain Juventus Gonzalo Higuain berebut bola dengan pemain AC Milan di Stadion Juventus Allianz, Turin. Foto: AFP/Marco Bertorello

Lini Pertahanan Mesti Kokoh

Ada satu hal yang sama-sama dialami Juventus dan AC Milan ketika mereka kalah di pekan 23 Serie A 2019/20. Mereka sama-sama berada dalam kondisi unggul terlebih dulu, sebelum akhirnya lawan membalikkan keadaan dan menang.
ADVERTISEMENT
Juventus unggul satu angka lebih dulu atas Verona, sebelum akhirnya Verona mencetak dua gol dan berbalik menang, Milan lebih parah lagi. Sempat unggul dua gol, mereka justru kebobolan empat gol di babak kedua. Akhirnya, mereka kalah.
Hal itu menunjukkan bahwa ada kerapuhan di lini pertahanan Juventus dan Milan. Lini belakang memang jadi problem tersendiri bagi keduanya. Milan kebobolan 9 gol di enam laga terakhir, sedangkan Juventus kebobolan 6 gol.
Menilik catatan pertahanan yang buruk ini, maka, bisa dibilang bahwa pertahanan akan jadi kunci di laga AC Milan lawan Juventus nanti. Siapa yang bisa menggalang pertahanan dengan baik, maka besar kemungkinan tim itu akan menang di akhir laga.
Juventus melawan AC Milan
Pemain Juventus Federico Bernardeschi berebut bola dengan pemain AC Milan Piatek di Stadion Juventus Allianz, Turin. Foto: AFP/Marco Bertorello

Antara Cristiano Ronaldo dan Zlatan Ibrahimovic

Cristiano Ronaldo, tidak dimungkiri lagi, adalah sosok penting di lini depan Juventus. Total, eks pemain Real Madrid dan Manchester United itu sudah mencetak 23 gol dari 28 laga yang ia jalani bersama Juventus di semua ajang musim ini.
ADVERTISEMENT
Apiknya lagi, sejak pekan 14 hingga pekan 23 Serie A, plus laga perempat final Coppa Italia, Ronaldo tak pernah absen mencetak gol, terlepas dari hasil apa pun yang didapat timnya. Ia kembali menjelma mesin gol yang siap meneror gawang lawan.
Hal ini akan menjadi senjata bagi Juventus dalam laga melawan Milan nanti. Namun, mereka juga tidak boleh lupa jika Rossoneri baru saja mendatangkan penyerang hebat bernama Zlatan Ibrahimovic. Kehadiran sosok asal Swedia itu mengubah Milan.
Memang, Ibrahimovic hanya menyumbang 3 gol dan 1 assist dari 6 laga yang sudah ia lakoni bersama Milan di semua ajang musim ini. Namun, dari catatan itu, bisa dilihat bahwa Ibrahimovic menyuntikkan tenaga baru bagi Milan.
PTR, AC Milan
Selebrasi striker Milan, Zlatan Ibrahimovic, usai membobol gawang Inter. Foto: AFP/Marco Bertorello
Keterlibatannya dalam serangan membuat lini depan Milan jadi lebih hidup. Pemain-pemain seperti Hakan Calhanoglu dan Ante Rebic terbantu dengan kehadiran Ibrahimovic.
ADVERTISEMENT
Nah, di laga Milan lawan Juventus nanti, Ronaldo dan Ibrahimovic akan saling beradu. Tentunya, siapa yang tampil lebih prima, ia punya peluang besar untuk membawa timnya pada kemenangan.

Penopang dari Sayap

Selain pertahanan, sisi sayap juga akan jadi kunci bagi kedua tim di laga nanti. Skema dasar 4-4-2 yang kemungkinan digunakan Stefano Pioli, pelatih Milan, akan beradu dengan skema dasar 4-3-3 gubahan Maurizio Sarri, pelatih Juventus.
Menilik skema tersebut, baik itu Milan ataupun Juventus kemungkinan akan menggunakan sisi sayap untuk membongkar lini pertahanan lawan. Nah, di sini, siapa yang memanfaatkan sayap dengan baik, ia akan memiliki keunggulan.
Juventus punya nama-nama macam Douglas Costa maupun bek-bek sayap agresif seperti Juan Cuadrado ataupun Alex Sandro untuk membongkar pertahanan lawan dari sisi sayap. Tusukan-tusukan yang mereka lakukan memberi warna di lini serang.
Juventus vs Fiorentina
Cristiano Ronaldo merayakan gol ke gawang Fiorentina. Foto: REUTERS/Massimo Pinca
Di sisi lain, kekuatan sayap Milan juga tidak bisa dianggap remeh. Pemain-pemain macam Hakan Calhanoglu, Giacomo Bonaventura, maupun Samu Castillejo yang bisa main dengan baik di sayap.
ADVERTISEMENT
Belum lagi, Milan juga punya Theo Hernandez, Andrea Conti, maupun Davide Calabria yang aktif juga dalam menyerang. Bagi AC Milan dan Juventus, siapa yang sayapnya tampil prima di laga nanti, punya probabilitas yang lebih besar untuk memenangi laga.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan