kumparan
7 Jul 2019 23:59 WIB

Amerika Serikat Juara Piala Dunia Wanita 2019

Para pemain Amerika Serikat merayakan gol bersama suporter. Foto: REUTERS/Jean-Paul Pelissier
Amerika Serikat keluar sebagai juara Piala Dunia Wanita 2019. Dalam laga final menghadapi Belanda yang dihelat di Stade de Lyon, Minggu (7/7/2019) malam WIB, Amerika menang dengan skor 2-0.
ADVERTISEMENT
Gol-gol Amerika di laga ini dicetak Megan Rapinoe dan Rose Lavelle. Berkat kemenangan ini, Amerika berhasil mengulangi raihan mereka di tahun 1991, 1999, dan 2015.
***
Dalam pertandingan ini, Amerika Serikat selaku juara bertahan menurunkan para pemain kuncinya. Di lini depan, ada trio Alex Morgan, Tobin Heath, dan Megan Rapinoe. Samantha Mewis, Julie Ertz, dan Rose Lavelle mengisi lini tengah. Lini pertahanan dikomandoi oleh duet Abby Dahlkemper dan Becky Sauerbrunn
Sedangkan Belanda, mereka juga menurunkan susunan skuat yang tak kalah menterengnya. Ada trio Lieke Martens, Vivianne Miedema, dan Lineth Beerensteyn di lini depan. Lini tengah diisi oleh Danielle Van de Donk, Jackie Groenen, serta Sherida Spitse. Lini pertahanan dipimpin Anouk Dekker dan Stefanie Van der Gragt.
ADVERTISEMENT
Memasuki awal babak pertama, Amerika yang memang memiliki kualitas skuat serta pengalaman yang lebih baik langsung memberikan tekanan ke lini pertahanan Belanda. Selain lewat trio lini serangnya, kontribusi lini tengah dalam mendobrak pertahanan juga kentara terlihat.
Beberapa kali, Ertz yang merupakan pemain tengah mampu menerobos pertahanan Belanda. Selain Ertz, ada nama Mewis yang mampu menyajikan ancaman bagi pertahanan Belanda. Dinamisnya serangan Amerika ini tak lepas dari dinamisnya pergerakan para pemain di lini serang Amerika, terutama Rapinoe dan Morgan.
Rapinoe yang memiliki mobilitas tinggi acap memberikan ruang bagi para pemain lain. Tidak hanya itu, pergerakan dua bek sayap mereka, Kelley O'Hara dan Crystal Dunn, juga memberikan opsi melebar bagi Amerika di sisi sayap. Hal ini membuat Amerika mampu menekan Belanda dari berbagai sisi.
ADVERTISEMENT
Menghadapi Amerika yang bermain agresif, Belanda pun dipaksa untuk main bertahan. Menilik presentase penguasaan bola (53% berbanding 47% untuk keunggulan Amerika) serta tembakan yang dilepaskan (5 berbanding 1 untuk keunggulan Amerika), tampak dominasi Amerika atas Belanda di laga ini.
Meski begitu, kredit perlu diberikan kepada Belanda yang mampu bermain apik menahan gempuran Amerika. Dengan skema pertahanan yang rapat, didukung juga oleh penampilan prima dari kiper mereka, Sari van Veenendaal, Belanda mampu menjaga gawang mereka tidak kebobolan. Hasilnya, babak pertama berakhir 0-0 untuk kedua tim.
Memasuki babak kedua, sedikit perubahan dilakukan Amerika. O'Hara keluar, digantikan oleh Ali Krieger. Masuknya Krieger ini diharapkan menambah kekuatan tekanan Amerika dari sisi sayap.
ADVERTISEMENT
Terus menekan, Amerika akhirnya mampu mencetak gol. Pada menit 60, penalti diberikan kepada Amerika, menyusul pelanggaran yang dilakukan Van der Gragt terhadap Morgan. Hadiah penalti sendiri baru diberikan setelah wasit berkonsultasi dengan VAR.
Rapinoe yang maju sebagai eksekutor penalti menunaikan tugasnya dengan baik. Skor 1-0 untuk keunggulan Amerika Serikat.
Tertinggal satu angka, Belanda mulai keluar menyerang. Garis pertahanan tinggi mereka terapkan, menandakan bahwa Belanda juga meningkatkan tekanan ke lini pertahanan Amerika. Groenen, Van de Donk, dan Spitse mulai bergerak mendekati kotak penalti.
Di area sepertiga akhir Amerika, mereka mendistribusikan bola. Ditopang oleh bek sayap yang mulai maju, Belanda berusaha menyamakan kedudukan. Siapa sangka, hal ini justru berbuah petaka bagi Belanda. Pertahanan mereka yang awalnya rapat mulai terbuka, dan ini dimanfaatkan oleh Amerika.
ADVERTISEMENT
Pada menit 69, Lavelle melakukan dribel di area lini pertahanan Belanda. Usai meliuk-liuk, ketika memasuki kotak penalti, ia menemukan ruang untuk menendang bola. Tanpa ampun, dengan kaki kirinya Lavelle merobek gawang Belanda. Skor berubah 2-0 untuk keunggulan Amerika.
Setelah ketinggalan dua angka, Belanda mulai melakukan perubahan. Shanice Van de Sanden serta Jill Roord dimasukkan untuk menambah kekuatan serangan. Amerika juga tidak menurunkan kekuatan usai unggul dua angka. Mereka malah memasukkan Christen Press untuk menggantikan Rapinoe.
Hasilnya, meski hanya lewat situasi serangan balik, Amerika tetap mampu mengancam lini pertahanan Belanda. Malah, di sisa waktu lima menit akhir laga, mereka memasukkan Carli Lloyd. Serangan Amerika pun semakin menjadi.
Di sisi lain, Belanda masih berusaha untuk memperkecil ketertinggalan. Dengan segala kekuatan yang dimiliki, Belanda berusaha untuk membobol gawang Amerika. Miedema, Groenen, dan Spitse masih mencoba menembus pertahanan Amerika.
ADVERTISEMENT
Meski begitu, sampai laga usai, Belanda gagal melakukannya. Skor 2-0 tetap bertahan, dan Amerika kembali menjadi juara Piala Dunia Wanita.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan