kumparan
6 Juni 2018 8:51

Argentina Batalkan Uji Tanding Melawan Israel di Yerusalem

Emblem Timnas Argentina. (Foto: AFP/Franck Fife)
Uji tanding Tim Nasional (Timnas) Argentina melawan Israel demi persiapan Piala Dunia 2018, Minggu (10/6/2018) dini hari WIB, terpaksa dibatalkan akibat mendapatkan banyak penolakan. Hal ini ada sangkut pautnya dengan lokasi terlaksananya pertandingan ini.
ADVERTISEMENT
Laga ini rencananya bergulir di Stadion Teddy yang berdiri di atas tanah bekas pemukiman Palestina di Yerusalem. Karena Yerusalem masih menjadi tanah sengketa antara pemerintah Israel dan Palestina, maka Presiden FA Palestina, Jibril Rajoub, mengimbau agar orang-orang Palestina membakar kaus dan poster megabintang Argentina, Lionel Messi, jika laga tersebut terlaksana.
“Pemerintah Israel sudah menjadikan olahraga sebagai alat politik. Saya tahu apa yang dikabarkan media-media Argentina, mereka bilang laga ini adalah perayaan 70 tahun Negara Israel,” kata Rajoub, sebagaimana dilansir Daily Mail.
Penolakan juga disuarakan oleh Duta Besar Palestina di Argentina, Husni Abdel Wahed. Ia berkata bahwa laga persahabatan ini memang tak pernah dipandang bersahabat bagi orang-orang Palestina.
“Laga ini sendiri akan sama jahatnya jika kami (orang Palestina, red) merayakan hilangnya Malvinas,” ujarnya kepada Radio Coperativa. Malvinas sendiri adalah nama dari Kepulauan Falkland sebelum 'direbut' pemerintah Britania Raya pada 1982.
ADVERTISEMENT
Penolakan tak hanya datang dari warga Palestina saja. Wakil Presiden Federasi Sepak Bola Argentina (AFA), Hugo Moyano, mengklaim bahwa timnya mendapatkan ancaman dari grup Catalunya pro-Palestina saat latihan di Barcelona pada Selasa (5/6/2018). Teror itu membuat keluarga para pemain Argentina merasa takut. Penolakan-penolakan itu membuat Moyano sadar bahwa sebaiknya laga ini dibatalkan saja.
“Pembatalan laga melawan Israel adalah keputusan yang baik. Laga persahabatan ini tidak pantas mendapatkan reaksi seperti itu,” ujar Moyano kepada Radio 10.
Gonzalo Higuain pun berpikir hal yang sama dengan Moyano. Striker Juventus itu mengafirmasi bahwa politik adalah satu-satunya sebab laga ini dibatalkan. “Mereka (FA Argentina) sudah melakukan hal yang benar,” ujar pemain yang akrab disapa Pipita itu kepada ESPN.
ADVERTISEMENT
Di sisi lain, batalnya laga ini dianggap warga Palestina sebagai sebuah kemenangan. Setidaknya, begitulah yang dikatakan Abdel-Salam Haniyeh, anggota Kementerian Pemuda dan Olahraga Palestina, via Facebook.
“Kami berterima kasih kepada orang-orang liberal di dunia olahraga dan mereka yang berdiri bersama kami untuk menolak laga Israel lawan Argentina dan penjajahan di Yerusalem," tulis Haniyeh.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan