kumparan
28 November 2019 12:20

Arsenal vs Frankfurt: Menunggu Keputusan Tepat dari Unai Emery

Unai Emery
Belum menang lagi, Unai Emery kecewa? Foto: Reuters/Paul Childs
Arsenal akan berhadapan dengan Eintracht Frankfurt pada laga kelima fase grup Liga Europa 2019/2020, Jumat (29/11/2019) dini hari WIB. Buat Arsenal, wajib hukumnya menghindari kekalahan di laga ini.
ADVERTISEMENT
Mengapa seperti itu? Begini, Arsenal kini masih memimpin Grup F—grup tempat mereka berada di Liga Europa 2019/2020—dengan raihan 10 poin. Standard Liege dan Frankfurt membuntuti Arsenal dengan catatan masing-masing enam poin.
Dari situ, skenario buat Arsenal tak terlalu sulit untuk dipahami. Dengan satu poin saja di laga melawan Frankfurt, Arsenal bakal mendapatkan tiket ke fase gugur.
Sekilas, misi Arsenal terlihat mudah. Frankfurt bisa dibilang bukanlah tim papan atas. Ditambah lagi, form skuat asuhan Adi Huetter itu sedang buruk. Dalam tiga laga terakhir di semua kompetisi, Frankfurt selalu menelan kekalahan.
Belum sampai di situ. Arsenal berhasil menggasak Frankfurt tiga gol tanpa balas pada pertemuan perdana mereka pertengahan September 2019 silam. Semakin impresif karena hasil itu didapatkan Matteo Guendouzi dkk. di markas Frankfurt.
ADVERTISEMENT
Singkatnya, Arsenal bakal menjamu tim yang form-nya sedang buruk dan pernah mereka kalahkan dengan skor 3-0. Jangankan untuk sekadar meraih satu poin, mendapatkan kemenangan pun Arsenal seharusnya tak menemui kesulitan berarti.
Meskipun begitu, ada baiknya jangan menaruh harapan yang terlalu tinggi kepada Arsenal. Pasalnya, mereka sendiri memiliki banyak masalah.
Form Arsenal tak kalah buruk dibanding Frankfurt. Dalam enam pertandingan terakhir, klub asal London Utara itu gagal meraih kemenangan. Tiga dari enam pertandingan itu berlangsung di Emirates Stadium, dan semuanya berakhir imbang.
Arsenal vs Eintracht
Pertandingan Liga Europa antara Arsenal dan Eintracht Frankfurt. Foto: REUTERS/Kai Pfaffenbach
Ada alasannya mengapa Arsenal gagal meraih poin penuh di beberapa laga terakhir. Yang pertama adalah kegagalan Arsenal untuk fokus selama 90 menit penuh.
Untuk perkara ini, laga teraktual Arsenal—melawan Southampton (23/11)—bisa dikesampingkan. Pada laga tersebut, Arsenal berhasil memaksakan hasil imbang berkat gol Alexandre Lacazette di injury time babak kedua.
ADVERTISEMENT
Namun, di empat laga perdana dari enam pertandingan terakhir, Arsenal sukses unggul lebih dahulu ketimbang lawannya. Arsenal sempat unggul dua gol atas Crystal Palace (27/10) dan Liverpool (31/10). Lalu, mereka berhasil unggul satu gol atas Wolverhampton Wanderers (2/11) dan Vitoria (6/11). Semua laga itu berakhir imbang.
Sebenarnya, tak hanya berakhir imbang saja. Setelah kebobolan gol pertama, permainan Arsenal biasanya langsung jeblok. Tak jarang, tim yang tertinggal memiliki kesempatan untuk membalikkan keadaan. Laga melawan Palace dan Wolves menjadi contohnya.
Masalah kedua adalah pertahanan Arsenal yang luar biasa buruk. Sebagai buktinya, Arsenal mesti menghadapi 225 tembakan dari 13 laga di Premier League 2019/2020. Jika dirata-ratakan, Arsenal menghadapi 17 tembakan per pertandingan.
ADVERTISEMENT
Menariknya, Arsenal ‘hanya’ kebobolan 19 gol dari 13 laga tersebut. Namun, catatan itu sebenarnya lebih menekankan pada kehebatan Bernd Leno sebagai seorang kiper.
Catatan Arsenal di Liga Europa juga sama buruknya. Dari empat laga, mereka mesti menghadapi 69 tembakan.
Kedua masalah ini jelas menjadi tanggung jawab sang pelatih, Unai Emery. Pria asal Spanyol itu tampak tak mampu menjaga fokus anak asuhnya, plus melakukan adaptasi terhadap pertandingan, yang kemudian terlihat pada permasalahan pertama Arsenal.
Hal yang bisa dilakukan Emery adalah tidak mengendurkan tekanan kepada lawan kendati sudah unggul. Arsenal kerap kali mengurangi agresivitas mereka ketika sudah unggul. Oke, faktor fisik mungkin menjadi alasannya, tetapi hal itu bisa diatasi dengan membuat pergantian yang tepat.
ADVERTISEMENT
Pada masalah kedua, Emery terlihat tak kompeten untuk membangun struktur pertahanan yang baik di Arsenal. Memang, kualitas bek-bek Arsenal juga bisa dibilang bukan yang terbaik. Namun, tanggung jawab Emery jelas lebih besar ketimbang anak-anak buahnya.
Untuk mengatasi hal ini, Emery mungkin bisa menginstruksikan sang gelandang bertahan, Lucas Torreira, untuk tidak beroperasi terlalu ke depan. Torreira bisa menjadi pelindung lini belakang Arsenal yang, well, tak begitu bisa diharapkan.
Gelandang bertahan asal Uruguay itu memiliki kemampuan bertahan yang apik, plus keawasannya juga oke. Masalahnya, Emery kerap kali meminta Torreira untuk bermain sebagai gelandang box-to-box. Dari situ, Torreira kerap kali mesti merangsek maju untuk memberikan opsi di lini depan. Permintaan Emery itu jelas membuat Torreira tak mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya.
ADVERTISEMENT
Lucas Torreira
Torreira merebut bola dari Sadio Mane. Foto: REUTERS/David Klein
Pertanyaannya, apakah Emery mampu membenahi masalah-masalah tersebut, setidaknya di laga melawan Frankfurt?
Mestinya, jawabannya bisa. Lebih tepatnya, harus bisa. Pasalnya, laga melawan Frankfurt ini bisa menentukan nasib Emery di Arsenal.
Per laporan Charles Watts dari Goal International, staf-staf di Arsenal meyakini bahwa kepergian Emery hanya tinggal menunggu waktu. Lebih dari itu, BBC Sport menyatakan bahwa Arsenal sudah mengincar pelatih Wolves, Nuno Espirito Santo, sebagai pengganti Emery.
Dari segelintir laporan-laporan itu, Emery mestinya sadar bahwa kesempatannya di Arsenal semakin tipis. Kekalahan di laga melawan Frankfurt tak hanya menyulitkan kiprah Arsenal di Liga Europa, tetapi juga bisa mengakhiri sepak terjang Emery bersama timnya saat ini.
=====
*Pertandingan Arsenal vs Frankfurt akan berlangsung di Stadion Emirates, Jumat (29/11/2019) dini hari WIB. Sepak mula akan berlangsung pukul 03:00 WIB.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan