kumparan
1 Nov 2018 14:15 WIB

Arsenal vs Liverpool: Menguji Hasil Evolusi 'The Gunners'

Pemain Arsenal rayakan gol di laga vs Qarabag FK. (Foto: Alexander NEMENOV / AFP)
Dua kekalahan di awal musim, yaitu melawan Manchester City dan Chelsea, sempat membuat banyak orang berpikir bahwa Arsenal di bawah Unai Emery masih sama dengan Arsenal yang dulu. Nyatanya tidak.
ADVERTISEMENT
Arsenal akan menghadapi Liverpool di Stadion Emirates, Minggu (4/11/2018) dini hari WIB. Menghadapi laga besar ini, Arsenal sedang berada dalam kondisi mental yang sangat apik.
Dari enam laga terakhir yang sudah mereka jalani, Arsenal sukses membukukan lima kemenangan dan satu kali hasil imbang. Mereka sama sekali belum tersentuh kekalahan sejauh ini, dan di klasemen sementara Premier League, mereka duduk di posisi 4, tepat di bawah Manchester City, Liverpool, dan Chelsea.
Catatan apik itu sukses menghilangkan pandangan buruk orang tentang Arsenal yang kalah di dua laga awal Premier League. Mereka mulai jadi salah satu kekuatan yang diperhitungkan di Inggris musim ini. Namun, hal yang sama berlaku untuk Liverpool.
Meski sempat menderita kekalahan di enam laga terakhir yang mereka jalani, di ajang Premier League, Liverpool menjadi tim yang belum terkalahkan sampai pekan ke-11 dengan raihan 8 kemenangan dan 2 hasil imbang. Teraktual, mereka sukses kalahkan Cardiff City dengan skor akhir 4-1, usai mengalahkan FK Crvena Zvezda di ajang Liga Champions dengan skor 4-0.
ADVERTISEMENT
Liverpool, dengan segala kekuatan apik yang mereka miliki, dapat menjadi ujian tersendiri bagi Arsenal yang tengah menggapai permainan terbaik mereka.
Arsenal dan Liverpool Siap Turunkan Skuat Inti
Jelang laga di akhir pekan nanti, baik itu Arsenal maupun Liverpool siap diperkuat oleh para pemain intinya jelang laga ini. Di kubu Arsenal, skuat yang akan mereka pasang mungkin sedikit berbeda dengan skuat yang mereka turunkan ketika melawan Blackpool di ajang Piala Liga.
Di laga ini, beberapa nama seperti Pierre-Emerick Aubameyang, Alexandre Lacazette, Mesut Oezil, serta Aaron Ramsey kemungkinan bisa diturunkan. Perebutan untuk posisi inti masih bisa terjadi di pos bek sayap kiri, mengingat kondisi Nacho Monreal dan Sead Kolasinac yang masih meraguukan. Tapi, jika keduanya fit, keduanya dipastikan akan turun di pos bek sayap kiri.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, Liverpool akan turun dengan susunan pemain yang mungkin tidak berbeda jauh dengan susunan pemain yang mereka turunkan ketika melawan Cardiff City. Trio Mohamed Salah, Roberto Firmino, dan Sadio Mane kemungkinan besar masih akan mengisi pos lini depan Liverpool.
Di lini tengah, Fabinho punya kemungkinan besar untuk turun jika Jordan Henderson, Alex-Oxlade Chamberlain, serta Naby Keita masih cedera. Xherdan Shaqiri, Adam Lallana, atau James Milner juga punya peluang yang sama besar untuk turun di lini tengah.
Xherdan Shaqiri merayakan golnya ke gawang Cardiff City. (Foto: REUTERS/Russell Cheyne)
Bagaimana agar Arsenal Dapat Lolos dari Ujian?
Liverpool, seperti halnya musim 2017/18 kemarin, masih menjadi salah satu tim di Inggris dengan kekuatan lini serang mumpuni. Walau sempat tersendat dalam beberapa laga, ditambah dengan raihan sosok Mohamed Salah yang tidak se-produktf musim lalu, lini serang mereka tetap menyimpan ancaman tersendiri bagi pertahanan lawan.
ADVERTISEMENT
Apalagi, musim ini Sadio Mane juga mulai menemukan sentuhannya. Di ajang Premier League, pemain asal Senegal ini sudah menorehkan 6 gol, satu gol lebih banyak daripada Salah. Keberadaan Xherdan Shaqiri di dalam skuat juga menambah opsi serangan saat trio Mane-Salah-Firmino menemui jalan buntu.
Apa yang ditampilkan Liverpool ini, terutama setelah Juergen Klopp, pelatih Liverpool, menyebut bahwa Liverpool musim ini sudah menjadi tim yang lebih dewasa, akan menjadi ujian tersendiri bagi Arsenal. Tekanan demi tekanan yang diberikan para pemain Liverpool akan membuat laga terasa berat bagi Arsenal.
Namun, bukan Liverpool saja yang sudah menjadi dewasa sekarang ini. Arsenal, di bawah Unai Emery, juga menjadi tim yang tidak asal dalam bermain. Selain menyuntikkan mental juara ke tubuh para pemain, Emery juga mampu menerapkan skema bermain sesuai dengan lawan yang dihadapi. Ada kalanya Arsenal main menekan, tapi, ada masanya juga saat Arsenal main menunggu.
ADVERTISEMENT
Permainan yang lebh fleksibel inilah yang membuat Arsenal mampu meraih hasil positif dalam beberapa laga ke belakang. Meski beberapa pemain masih perlu memahami apa yang Emery inginkan, rasa kesatuan yang sukses diciptakan oleh pelatih berusia 46 tahun itu membuat kesepahaman terbentuk di antara mereka.
Selebrasi pemain Arsenal usai mencetak gol ke gawang Blackpool. (Foto: REUTERS/Eddie Keogh)
Aura positif yang sudah tercipta ini, menjadi bekal tersendiri bagi Arsenal. Namun, apakah itu cukup?
Titik Eksploitasi yang Bisa Dicecar oleh Arsenal (juga Liverpool)
Untuk bisa lolos dari ujian Liverpool ini, Arsebal tidak hanya butuh aura positif semata. Ada satu hal yang bisa mereka lakukan, yaitu menemukan sisi lemah dari Liverpool. Salah satunya adalah koordinasi lini pertahanan mereka yang masih buruk.
Dalam laga melawan Cardiff, Liverpool harus kebobolan akibat dari kesalahan dan koordinasi yang kurang apik di lini pertahanan. Hal ini bisa dimanfaatkan oleh Arsenal. Mereka memiliki para penyerang dengan kecepatan dan kemampuan dribel mumpuni macam Lacazette dan Aubameyang, dipadukan para pengumpan ulung macam Oezil dan Xhaka. Mengeksploitasi sisi sayap Liverpool seharusnya tidak sulit.
ADVERTISEMENT
Namun, bukan berarti Arsenal juga anteng-anteng saja terhadap pertahanan sendiri. Hasil imbang yang mereka dapat ketika melawan Crystal Palace menunjukkan bahwa ada kelemahan juga di lini pertahanan yang bisa diekspos lawan. Salah satunya adalah kebiasaan Stephan Lichtsteiner, bek sayap kanan Arsenal, yang terlalu maju ke depan.
Kebiasaan Lichtsteiner untuk maju ini kerap mampu dimanfaatkan oleh lawan. Dipadukan dengan Liverpool yang memiliki para penggiring bola apik macam Mane dan Salah, juga Firmino yang dapat menciptakan ruang di lini pertahanan lawan, hal ini jadi sinyal bahaya bagi Arsenal.
Sedikit saja ada ruang, maka hal itu bisa menjadi faktor kunci kebobolan Arsenal di laga ini. Bukan cuma faktor kebobolan, tapi juga faktor kekalahan di laga ini.
ADVERTISEMENT
Sadio Mane, pemilik nomor punggung 10 baru di Liverpool. (Foto: REUTERS/Russell Cheyne)
***
Arsenal perlahan melakukan evolusi. Label tim medioker yang sempat melekat pada mereka sedang coba mereka lepas. Namun, hal itu tentu memerlukan bukti, dan laga melawan Liverpool ini akan menjadi pembuktian dari hasil evolusi yang sudah dilakukan Arsenal itu.
Meraih kemenangan melawan Liverpool, akan memberikan suntikan motivasi tersendiri bagi Arsenal dalam menjalani kompetisi di musim 2018/19 ini. Jika mampu meraih kemenangan, bisa saja mereka akan meraih sesuatu di akhir musim, apalagi ditambah konsistensi yang mewarnai perjalanan mereka sampai akhir musim.
Dan, label tim medioker akan lepas dengan sendirinya tanpa Arsenal sadari dengan sesuatu yang mereka dapat di akhir musim kelak.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan