kumparan

Atalanta: Dulu Penggembira, Kini Unggulan di Final Coppa Italia

Atalanta
Pemain-pemain Atalanta merayakan gol ke gawang Juventus. Foto: AFP/Miguel Medina
Di panggung Coppa Italia, Atalanta lebih sering memainkan lakon penggembira alih-alih primadona.
ADVERTISEMENT
Jangankan mengangkat piala, menembus final saja sangat sulit bagi tim beralias Gli Orobici tersebut. Sudah lebih dari dua dekade berlalu sejak Atalanta menapak partai puncak terakhirnya pada 1996 silam.
Sedari itu, langkah Atalanta kerap terhenti di babak awal. Baru pada edisi 2017/18, mereka mampu mencapai semifinal. Musim ini menjadi puncaknya karena Atalanta akan menghadapi Lazio pada laga final Coppa Italia di Stadion Olimpico, Kamis (16/5/2019) dini hari WIB.
Tak seperti Atalanta yang cuma bermodalkan satu gelar, Lazio adalah salah satu spesialis Coppa Italia. Mereka mengoleksi enam trofi atau cuma kalah dari tiga klub: Juventus (13), AS Roma (9), serta Inter Milan (7). Maka menimbang faktor historis, I Biancocelesti sepatutnya menyandang predikat unggulan.
ADVERTISEMENT
Gian Piero Gasperini
Gasperini memimpin Atalanta di laga melawan Genoa. Foto: AFP/Miguel Medina
Di mata pelatih Atalanta, Gian Piero Gasperini, justru tidak begitu. Dia justru menilai bahwa anak-anak asuhnya pantas mendapatkan status tersebut untuk laga final nanti.
"Tidak pernah ada kata favorit di final, apalagi kami harus menghadapi Lazio di kandangnya sendiri. Namun, fakta bahwa kami mengalahkan mereka di sini 10 hari lalu melahirkan keyakinan untuk mengulanginya," tutur Gasperini seperti dikutip dari Football Italia.
"Jadi, jika kalian ingin memberikan predikat favorit, saya akan mengambilnya. Kami memiliki peluang besar untuk memenangi pertandingan dan telah membuktikannya sepanjang musim ini. Jangan lupa, kami juga menyingkirkan Juventus sehingga pantas mendapatkan kredibilitas," ujarnya.
Gasperini memang tak asal bicara. Dasar penuturannya bisa dilihat dari kemenangan Atalanta atas Lazio dalam dua pertemuan di Serie A musim ini.
ADVERTISEMENT
Untuk ajang yang disebutkan terakhir, Atalanta juga tampak superior. Mereka bertengger di peringkat keempat sehingga berpeluang tampil di Liga Champions musim depan. Sementara, Lazio tertahan di kursi kedelapan.
Kendati demikian, status unggulan bisa menjadi sia-sia jika Atalanta gagal naik ke podium juara. Dengan begitu, semakin panjang puasa Atalanta di Coppa Italia. Bahkan, lakon penggembira untuk laga final kian melekat buat Atalanta lantaran cuma memenangi satu dari dua kesempatan ke laga puncak.
Demi menghindari kekhawatiran tersebut, Gasperini pun menuntut fokus dari anak-anak asuhnya. Pentas Serie A dan perburuan tiket Liga Champions lewat jalur itu, menurut Gasperini, bisa dilupakan sejenak oleh Papu Gomez dan kolega.
"Atalanta memang coba memenuhi dua target (juara Coppa Italia dan empat besar Serie A). Untuk kini, kami menatap trofi Coppa Italia yang sangat indah terlebih dahulu," ucap Gasperini.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan