kumparan
2 Juli 2018 17:19

Belgia vs Jepang: Catatan Masa Lalu Berpihak ke 'Samurai Biru'

Jepang satu-satunya wakil Asia di 16 besar. (Foto: REUTERS/Ueslei Marcelino)
Di atas kertas Belgia jadi unggulan saat bertemu dengan Jepang di babak 16 besar, Selasa (3/7/2018) dini hari WIB. Pertama, Belgia memiliki komposisi skuat dengan kualitas melimpah di tiap lininya. Selain itu, The Red Devils juga berhasil menorehkan catatan 100% di fase grup, termasuk kala sukses mengalahkan Inggris di laga pamungkas grup.
ADVERTISEMENT
Jika dua catatan itu belum cukup, ingat juga bahwa Eden Hazard dan kawan-kawan menjadi tim paling produktif di fase grup lewat torehan 9 gol. Dengan begitu, sudah sepatutnya barisan pertahanan Jepang --yang kebobolan 4 gol dalam tiga laga fase grup-- waspada.
Jadwal 16 Besar Piala Dunia 2018. (Foto: Basith Subastian/kumparan)
Bagi Jepang, lolos ke babak 16 besar saja jadi sebuah keajaiban bagi mereka. 'Samurai Biru' lolos karena jumlah kartu kuning mereka lebih sedikit dari Senegal. Perhitungan via fair play point itu dilakukan setelah poin, goal difference, jumlah gol, dan head-to-head memiliki jumlah sama dengan Senegal.
Kendati begitu, Jepang sudah melampaui ekspektasi para penggemarnya sendiri. Perjalanan mereka menuju Piala Dunia 2018 diawali dengan pemecatan Vahid Halilhodzic, dua bulan sebelum turnamen empat tahunan itu berlangsung. Penggantinya, Akira Nishino, yang sempat menjadi Direktur Teknik JFA (Federasi Sepak Bola Jepang), sempat kesulitan mencari pakem yang sesuai di uji tanding.
ADVERTISEMENT
Dengan persiapan yang minim dengan pelatih anyar, para pendukung pun tahu diri. Maka, suksesnya Jepang melaju ke babak 16 besar dianggap sebagai sebuah pencapaian. Kalau akhirnya gagal, mereka sudah melebihi ekspektasi.
Selain itu, Jepang juga selalu kesulitan di fase knock-out. Catatan kemenangan mereka nihil di sana. Dalam dua kesempatan di edisi 2002 dan 2010, mereka takluk dari Turki dan dikandaskan Paraguay via drama adu penalti.
Namun, 'Samurai Biru' bisa sedikit berbangga karena mereka unggul berdasarkan catatan pertemuan dengan Belgia. Dua kemenangan sukses mereka bukukan dari empat perjumpaan. Belgia cuma berhasil memetik satu kemenangan dan sisanya berakhir imbang, tepatnya kala keduanya bersua di pentas Piala Dunia 2002 silam.
ADVERTISEMENT
Di sisi lain, membandingkan skuat 16 tahun silam dengan sekarang tak lagi relevan. Jepang saat itu berstatus sebagai tuan rumah, sementara Belgia? Kala itu masih berada di level medioker.
Robert Waseige kala cuma bertumpu pada Marc Wilmots di lini depan dan Daniel Van Buyten di pos bek sentral. Hasilnya, mereka pun kerepotan untuk menghentikan aksi Hidetoshi Nakata dan kawan-kawan. Belgia bahkan nyaris saja kalah jika Peter Van Der Heyden tak mencetak gol penyama kedudukan di menit 75. Skor pun berakhir imbang 2-2.
Video
Kendati begitu, masa lalu tak selamanya bisa dijadikan acuan. Makin diperkuat dengan perbandingan kualitas skuat Belgia dan Jepang yang timpang. Dengan kondisi seperti ini, besar kemungkinan pertandingan yang dihelat di Rostov Arena nanti akan berjalan berbeda.
ADVERTISEMENT
Jepang bisa saja bermain defensif untuk menghentikan agresivitas Belgia, seperti yang dicanangkan kala meladeni Polandia. Terlebih, Roberto Martinez sudah mengonfirmasi jika Romelu Lukaku yang sudah mengemas 4 gol dari sepasang laga telah fit dan siap untuk diturunkan.
Namun, jangan salah, Jepang juga punya pemain yang bisa jadi tumpuan. Yuto Nagatomo dan Keisuke Honda pernah membobol masing-masing satu gol ke gawang Belgia dalam laga uji tanding.
Tak cuma itu, masih ada Shinji Okazaki yang jadi pemain dengan jumlah gol terbanyak ke gawang Belgia. Penyerang Leicester City itu tak pernah absen megoyak jala mereka dalam dua kesempatan. Lesakan pertamanya dicetak 2009 silam, disusul dengan gol kemenangan yang dicetaknya pada uji tanding empat tahun berselang.
ADVERTISEMENT
So, menarik untuk dilihat. Jepang dengan catatan masa lalu yang mentereng, atau Belgia yang akan melaju kencang dengan generasi emasnya saat ini.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan