kumparan
Bola & Sports23 Mei 2020 2:35

Berkat Zinedine Zidane, Carlo Ancelotti Sadar Bahwa Taktik Itu Luas

Konten Redaksi kumparan
Carlo Ancelotti, POTRAIT
Carlo Ancelotti. Foto: REUTERS / Phil Noble
Hubungan antara Carlo Ancelotti dan Zinedine Zidane sebagai pemain dan pelatih memang tidak berlangsung lama. Namun, banyak pelajaran yang Ancelotti dapat gara-gara melatih Zidane.
ADVERTISEMENT
Ancelotti dan Zidane sempat bersama di Juventus pada musim 1998/99 (setengah musim), 1999/2000, dan 2000/01. Kala itu, Zidane memasuki musim-musim terakhirnya di Juventus. Sebaliknya, Ancelotti baru saja didatangkan dari Parma.
Di awal masa-masa kepelatihannya, Ancelotti adalah pelatih yang gemar menggunakan pakem dasar 4-4-2. Menurutnya, pakem ini dapat mengantarkan sebuah tim pada kesuksesan, seperti yang ia alami saat masih jadi pemain Milan, di bawah asuhan Arrigo Sacchi.
Tidak hanya itu, saat Ancelotti bermain di Roma sejak 1979 hingga 1987, ia juga sudah karib dengan skema dasar 4-4-2. Nils Liedholm dan Sven-Goran Eriksson adalah dua pelatih yang mengenalkan Ancelotti dengan skema ini.
Zinedine Zidane
Zidane pada laga melawan Bayern Muenchen. Foto: Sergio Perez/Reuters
Namun, pandangan Ancelotti berubah setelah ia menangani Juventus. Keberadaan Zidane sebagai membuat Ancelotti sadar bahwa masih ada pakem dasar lain yang dapat digunakan. Pakem 4-4-2 tidak selamanya jadi patokan.
ADVERTISEMENT
"Karena Zidane, pandangan saya tentang pakem dalam sepak bola pun berubah. Zidane adalah pemain pertama yang memberi saya peluang untuk mengutak-atik sistem dan bermain dengan cara berbeda," ujar Ancelotti, dilansir Sky Sports.
"Jadi, ketika saya punya Zidane, di musim pertama saya bersama Juventus, saya mulai coba bermain dengan pakem dasar 3-4-1-2. (Alessandro) Del Piero dan (Filippo) Inzaghi di depan, Zidane satu baris di belakang."
"Di musim kedua, saya coba main dengan skema empat bek. Tetapi, saya tetap memasang dua penyerang di depan dan Zidane di posisi no. 10. Harus diakui, Zidane mengubah cara pandang saya yang sebelumnya terpaku pada 4-4-2," lanjutnya.
Carlo Ancelotti, pelatih Everton
Carlo Ancelotti, pelatih Everton. Foto: Action Images via Reuters/Carl Recine
Carlo Ancelotti juga mengungkapkan jika masa-masanya melatih di Juventus membuatnya sadar bahwa sinergi antara strategi pelatih dan kemampuan pemain itu penting. Pengalamannya inilah yang mengantarkannya pada kesuksesan.
ADVERTISEMENT
Meski tidak lama melatih Juventus, Ancelotti bersinar bersama AC Milan, Chelsea, Real Madrid, Paris Saint-Germain, dan Bayern Muenchen. Berbagai gelar utama mampu ia raih bersama klub-klub tersebut.
"Saya juga akhirnya mengerti bagaimana semestinya klub bekerja untuk pelatih, mendukung pelatih, membantu mereka di depan para pemain, memberikan kekuatan bagi pelatih agar dapat mengatur para pemain."
"Ya, tidak penting meski akhirnya saya dipecat oleh Juventus. Setidaknya, pengalaman di Juventus (dan juga melatih Zinedine Zidane) membuat saya lebih memahami banyak hal tentang sepak bola," ujar Carlo Ancelotti.
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona
===
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan