kumparan
4 September 2019 15:37

Bicara soal Rasialisme, Jadon Sancho Malah Diomeli Legenda Liverpool

Jadon Sancho disuruh berhenti main sepak bola. Foto: Reuters/Carl Recine
Tindak rasialisme yang dialami Romelu Lukaku direspons Jadon Sancho dengan ucapan bahwa hal tersebut bisa membuat para pemain kehilangan rasa cinta terhadap sepak bola. Ucapan tersebut kemudian dibalas legenda Liverpool, John Barnes, yang berkata bahwa sebaiknya Sancho berhenti saja bermain sepak bola.
ADVERTISEMENT
Semua berawal dari Sardegna Arena ketika Internazionale bertamu ke markas Cagliari. Dalam pertandingan itu Lukaku mencetak gol kemenangan Inter lewat titik putih. Akan tetapi, sebelum mencetak gol, ketika hendak mengeksekusi tendangan 12 pas, pemain asal Belgia itu dicemooh dengan teriakan-teriakan menyerupai suara monyet.
Apa yang terjadi di Cagliari ini adalah masalah kronis. Hampir setiap tahunnya ia terulang. Musim lalu striker muda Italia, Moise Kean, menjadi korbannya ketika masih berkostum Juventus. Sebelum itu pemain Juventus lain, Blaise Matuidi, juga sempat menjadi sasaran pelecehan rasial tifosi Gli isolani.
Setelah Lukaku mendapat pelecehan, dunia sepak bola pun memberi respons keras. Sancho adalah salah satu dari mereka. Pemuda yang bermain untuk Borussia Dortmund itu ingin agar ada tindakan tegas supaya para pemain tidak kehilangan rasa cintanya terhadap sepak bola.
ADVERTISEMENT
Romelu Lukaku menjalani debut gemilang bersama Inter dengan mencetak satu gol. Foto: Reuters/Daniele Mascolo
"Tidak ada pemain yang ingin bermain sepak bola hanya untuk dilecehkan seperti itu. Dengan begitu para pemain jadi terpuruk dan rasa cinta pada olahraga ini bisa hilang kalau rasialisme tak segera dihentikan," kata Sancho.
Nah, bukannya mendukung apa kata Sancho, Barnes justru merundung juniornya tersebut. Menurut Barnes, Sancho tidak tahu apa-apa soal rasialisme yang sesungguhnya. Kalau Sancho ingin tahu, kata Barnes, sebaiknya dia berhenti bermain sepak bola.
"Kalau kamu cinta sepak bola, itu karena kamu cinta sepak bola. Tidak ada hubungannya dengan idiot yang meneriakimu dari seberang jalan," ucap Barnes kepada talkSPORT.
"Kalau Jadon tak mau lagi bermain sepak bola, biarkan saja. Biarkan dia masuk ke dunia nyata sebagai seorang pemuda kulit hitam yang tak berpendidikan dan tak bisa bermain sepak bola. Dengan begitu dia bakal tahu seperti apa rasanya rasialisme yang dialami orang kulit hitam dengan sebenar-benarnya."
ADVERTISEMENT
Legenda Liverpool, John Barnes. Foto: AFP/Isaac Lawrence
"Kalau dia berpikir pelecehan kepada pemain sepak bola itu sudah buruk, suruh dia kembali ke dunia nyata dan melihat seperti apa bentuk diskriminasi yang sesungguhnya," tambah Barnes.
Barnes sendiri merupakan pemain Inggris kelahiran Jamaika. Sebagai pemain kulit hitam, dia pun sudah tidak asing dengan pelecehan rasial dari tribune stadion. Menurutnya, dengan status yang disandang, seorang pesepak bola semestinya bisa menjadi advokat bagi mereka yang kurang beruntung.
"Banyak megabintang sepak bola berkulit hitam yang doyan sekali berkata bagaimana rasialisme berdampak buruk bagi mereka. Semestinya, yang mereka lakukan adalah bicara soal diskriminasi di tempat-tempat yang terdampak paling buruk seperti daerah kumuh kota di mana anak-anak tidak punya kesempatan," ucap Barnes.
ADVERTISEMENT
"Dia (Sancho, red) baru saja menandatangani kontrak baru. Apa dia mau melepas begitu saja kontrak itu karena tidak lagi cinta terhadap sepak bola? Aku, kok, tidak yakin. Jadi, tolonglah, tidak usah berlebihan," tutup pria 55 tahun tersebut.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan