kumparan
Bola & Sports30 Maret 2020 15:15

Bima Sakti Hormati Putusan AFF Menunda Piala AFF U-16 karena Corona

Konten Redaksi kumparan
Pelatih timnas Indonesia Bima Sakti
Pelatih timnas Indonesia Bima Sakti saat ditemui kumparan di Singapura. Foto: Helmi Afandi/kumparan
Federasi Sepak Bola Asia Tenggara alias AFF resmi menunda gelaran Piala AFF U-16 2020 karena wabah virus corona. Sedianya, turnamen sepak bola kelompok umur ini akan dihelat di Indonesia pada Juli mendatang.
ADVERTISEMENT
Pelatih Timnas U-16 Indonesia, Bima Sakti, menghormati keputusan tersebut. Menurut dia, keputusan yang diambil oleh AFF adalah yang terbaik.
"Karena kesehatan pemain, semua yang terlibat dalam sepak bola, serta masyarakat itu lebih penting dari segalanya," kata Bima ketika dihubungi jurnalis, Senin (30/3/2020).
Dengan pemberhentian ini, lanjut Bima, otomatis persiapan anak asuhnya juga berubah. Jika di minggu keempat setiap bulannya para pemain menjalani pemusatan latihan, sekarang kegiatan itu disetop untuk waktu yang belum ditentukan.
Akan tetapi, kata pria yang pernah menjadi asisten pelatih Timnas U-23 di ajang SEA Games dan Asian Games tersebut, program latihan masih terus berlanjut. Bima dan staf pelatih Timnas U-16 tetap memberikan pekerjaan rumah bagi anak asuhnya.
Pertandingan Timnas U-16 Indonesia vs Timnas U-16 China, Kualifikasi Piala U-16 2020
Pemain Timnas U-16 Indonesia di Kualifikasi Piala U-16 2020, di Stadion GBK, Jakarta, Minggu (22/9/2019). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
"Ya, pastinya akan ada perubahan program ke depannya bagaimana. Tapi untuk saat ini, saya kasih PR ke anak-anak untuk tetap latihan di rumah masing-masing. Sampai ada keputusan lebih lanjut. Setiap hari anak-anak harus kirim video latihan," kata Bima. 
ADVERTISEMENT
"Jadi sejauh ini masih program yang lama. Karena belum ada rapat lanjutan lagi dengan PSSI di mana semua orang 'kan sekarang diminta untuk bekerja dari rumah masing-masing," tutupnya.
***
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan