kumparan
17 Sep 2019 4:35 WIB

Bima Sakti Inginkan Timnas U-16 Tak Silau Pujian

Timnas Indonesia U-16 berselebrasi saat pertandingan laga kualifikasi Piala AFC U-16 2020 di Stadion Madya, Jakarta, Senin (16/9/2019). Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Timnas Indonesia U-16 meraih tiga poin di partai pertama Grup G Kualifikasi Piala AFC U-16 2020. Skuat Garuda Asia berhasil menang telak 4-0 ketika berjumpa Filipina U-16 di Stadion Madya, Jakarta, Senin (16/9/2019).
ADVERTISEMENT
Peta kekuatan di Grup G memang sudah terbaca. China menjadi lawan kuat satu-satunya tim Merah-Putih untuk memperebutkan satu tiket kelolosan ke putaran final.
Dua lawan lain, Brunei dan Kepulauan Mariana Utara, di atas kertas bisa ditaklukkan anak asuh Bima Sakti. Meski demikian, sang pelatih tetap mau pemainnya menaruh respek kepada setiap lawan.
Tak heran bahwa ia menginstruksikan penggawanya untuk tetap fokus ke setiap laga. Bima juga tak ingin pemainnya terbuai pujian kemenangan laga pertama.
“Jangan terlalu dibesarkan atau dipuji. Pemain memang diperintahkan tak pegang handphone. Semua handphone pemain dikumpulkan pelatih. Mereka boleh pegang ketika ingin minta doa orang tua. Media sosial pasti banyak yang membicarakan. Makanya, ada aturan itu. Ini belum apa-apa. Masih banyak tugas berat di depan. Setiap laga harus fokus,” ujar Bima selepas pertandingan.
ADVERTISEMENT
Pelatih Indonesia, Bima Sakti, saat sesi latihan Timnas Indonesia U-16 jelang hadapi Filipina di Stadion Madya, Senayan, Jakarta Pusat. Foto: Alan Kusuma/kumparan
Tidak boleh berpuas diri juga masuk dalam perintah Bima. Kendati menang telak di laga pertama, ia tetap punya bahan evaluasi.
“Ini sebuah proses. Lawan berikutnya ialah Kepulauan Mariana Utara. Tidak boleh anggap remeh karena dua tahun lalu Indonesia menang 18-0. Jangan jemawa dan lupa diri. Fokus dan cetak gol lebih banyak. Satu hari istirahat ini akan dimanfaatkan untuk mempertajam penyelesaian akhir,” tutur Bima.
Evaluasi tak hanya soal penyelesaian akhir. Bima juga melihat anak didiknya kurang variatif dalam membangun serangan.
Pemain Timnas Indonesia U-16 Ahmad Athallah (kanan) berusaha melewati Pemain Timnas Filipina U-16 saat pertandingan laga kualifikasi Piala AFC U-16 2020 di Stadion Madya, Jakarta, Senin (16/9/2019). Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Pada laga melawan Filipina, Garuda Asia juga belum variatif. Serangan sering dilakukan dari sisi kiri.
“Seringnya lewat kiri karena Alexandro Felix lebih aktif bergerak. Dia fullback yang sering overlap bantu serangan. Ke depan diharapkan Alfin Lestaluhu juga aktif di kanan seperti Felix. Kami memang memanfaatkan kecepatan sayap. Jika tidak bisa serangan dari tengah, maka tengah hanya untuk transit atau tembok operan,” tutur Bima.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan