kumparan
5 Desember 2019 4:31

Brace Rashford Menangkan Manchester United Atas Tottenham Hotspur

Manchester United vs Tottenham Hotspur.
Manchester United vs Tottenham Hotspur. Foto: REUTERS/Andrew Yates
Ada kelegaan samar-samar yang muncul dari arah tribune penonton tuan rumah di Old Trafford Stadium sekitar satu jam sebelum laga Manchester United melawan Tottenham Hotspur dimulai.
ADVERTISEMENT
Kondisi itu ada kaitannya dengan nama Scott McTominay yang tercantum dalam daftar 11 pemain awal di laga pekan 15 Premier League 2019/20. McTominay absen di tiga laga United akibat cedera. Sialnya, tak ada satu kemenangan pun yang diraih United ketika ditinggal McTominay.
United tertunduk, Fred dan Andreas Perreira dicaci. Keduanya acap dianggap sebagai biang kerok performa buruk United. McTominay dianggap lebih pantas bertugas di area yang ditempati Perreira itu.
Pada akhirnya United menutup laga pada Kamis (5/12/2019) ini dengan kemenangan 2-1 atas dari Tottenham. Dua gol Marcus Rashford (6' dan 49') hanya mampu dibalas sekali oleh Dele Alli pada menit 39.
Ole Gunnar Solskjaer sah-sah saja bicara bahwa ia tak takut dengan pemecatan. Namun, kalau boleh jujur, pemecatan adalah alasan mengapa kau bisa mengumpat berminggu-minggu.
ADVERTISEMENT
Terlebih, ini Manchester United, klub spesial bagi Solskjaer. Jika dulu istilah supersub melekat padanya, masa sekarang teriakan Ole out mesti mencecarnya?
Formasi 4-2-3-1 menjadi pilihan Solskjaer. Mason Greenwood bertugas sebagai penyerang tunggal mendapat sokongan dari Jesse Lingard yang diapit oleh dua anak muda,Rashford dan Daniel James. McTominay berperan sebagai poros ganda dan bertandem dengan Fred.
Jose Mourinho tidak mau datang sebagai musuh, tetapi sebagai lawan. Tottenham memulai laga dengan formasi serupa United. Harry Kane, si penyerang tunggal, ditopang oleh trio Son Heung-min, Alli, dan Lucas Moura.
Jose Mourinho
Pelatih Tottenham, Jose Mourinho. Foto: REUTERS/Andrew Yates
Rashford sudah menggila meski laga baru berjalan enam menit. Bukan ini bukan sekadar peluang emas atau ancaman berbahaya. Gol. United unggul 1-0 pada menit keenam.
ADVERTISEMENT
Oke, sebenarnya ini bukan cuma kerja keras Rashford. Proses golnya dimulai dari bola panjang yang dikirim dari paruh lapangan.
Umpan panjang itu salah sasaran karena justru jatuh ke kaki Davinson Sanchez. Lingard ada di sana. Ia berhasil merebut bola yang baru dikuasai sebentar oleh Sanchez. Tanpa berlama-lama, Lingard meneruskannya kepada Rashford.
Mendribel sebentar bukan masalah. Begitu Harry Winks muncul di hadapannya, Rashford melesakkan sepakan menyilang yang mengarah ke sisi kiri gawang yang dijaga Paulo Gazzaniga.
Sasaran yang merupakan tiang jauh bagi Rashford itu tepat. Gazzaniga gagal mengantisipasi. Penghuni Old Trafford bersorak menemani perayaan gol anak muda mereka.
Gol ini menjadi gol kedelapan Rashford di Premier League 2019/20. Bila konteksnya diperluas, gol tadi adalah kontribusi langsung ke-12-nya dalam seluruh gol United di Premier League musim ini. Itulah satu dari sekian banyak hal menyenangkan yang bisa dirasakan United karena memiliki Rashford.
ADVERTISEMENT
Mourinho berdiri bergegas mengambil posisi di garis tepi lapangan. Sambil menepuk-nepukkan tangannya, ia berteriak meminta Tottenham untuk segera membalas.
United bisa saja menambah keunggulan pada menit 21 karena Greenwood sudah dalam posisi satu lawan satu dengan kiper. Akan tetapi, Gazzaniga bangkit. Untuk sementara, Tottenham aman dari kebobolan kedua. Tiga menit berselang, Gazzaniga kembali melakukan penyelamatan. Kali ini, dari ulah Rashford.
Tottenham dalam empat pertandingan pertama mereka bersama Mourinho punya satu kondisi yang cukup mengkhawatirkan: Pertahanan yang cukup shaky.
Di laga ini saja, deh. United membuat empat tembakan mengarah gawang dalam kurun 35 menit. Jangan lupa, satu di antaranya menjadi gol.
Sanchez dan Toby Alderweireld seperti tidak berkoneksi dengan baik. Ditambah lagi, Tottenham seperti bermain tanpa perebut bola ulung. Sissoko dan Harry Winks yang bermain sebagai poros ganda malah terlihat pandir karena tak mampu memutus serangan.
ADVERTISEMENT
Tentu kita bisa melihat yang sudah-sudah. Dalam tiga pertandingan sebelum melawan United ini, Tottenham selalu kebobolan.
Saat melawan Olympiacos mereka kebobolan dua gol lebih dulu. Ketika melawan West Ham United dan Bournemouth, Tottenham kebobolan dua kali setelah unggul 3-0.
Meski demikian, Tottenham selalu menemukan cara untuk menang. Di laga melawan Olympiacos itu, misalnya. Tottenham bounce back dan menang 4-2.
Tanda-tanda itu muncul di laga ini. Tottenham menyamakan kedudukan pada menit 39 berkat gol Alli. Jan Vertonghen merangsek naik hingga area kanan pertahanan United. Dari situ, ia melepaskan umpan silang yang ternyata disundul oleh pemain United.
Alli ada di sana. Ia merebut bola muntah dan mengontrolnya dengan juggling. Itu adalah cara yang dipakainya untuk melepaskan diri dari kepungan Fred dan Ashley Young.
Laga Manchester United vs Tottenham Hotspur.
Laga Manchester United vs Tottenham Hotspur. Foto: REUTERS/Andrew Yates
Begitu ruang untuknya mulai terbuka, Alli langsung menyambar bola dengan sepakan voli ke arah gawang. Penyelamatan David de Gea tidak berhasil. Mourinho bangkit dari bench dan mengacungkan tinju sebagai tanda perayaan. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.
ADVERTISEMENT
Empat menit setelah babak kedua dimulai, suporter United bersorak lagi. Rashford kembali menjadi nemesis Tottenham akibat gol via tendangan penalti. Hadiah itu diberikan kepada United akibat pelanggaran Sissoko di dalam kotak penalti.
United bisa saja menambah keunggulan pada menit 62. Namun, tendangan James masih mampu diamankan Gazzaniga.
Hingga menit tersebut, pertahanan Tottenham kembali sembrono. Sebenarnya, ini ada kaitannya juga dengan duet McTominay dan Fred.
Keberadaan McTominay membuat United memiliki sosok penyeimbang di lini tengah. Dengan mobilitas yang tinggi, McTominay berulang kali membuka ruang bagi para penyerang. Kepiawaiannya merangsek masuk ke area sepertiga akhir membuat fokus bek Tottenham terpecah.
Laga Manchester United vs Tottenham Hotspur
Laga Manchester United vs Tottenham Hotspur. Foto: REUTERS/Andrew Yates
Dilihat-lihat, laga berjalan lebih imbang di babak kedua. Selain gol penalti tadi, United hanya membukukan dua tembakan mengarah gawang. Namun, kedua percobaan itu masih mampu dimentahkan oleh Gazzaniga.
ADVERTISEMENT
Tottenham tetap menyerang dengan serangan balik. Masalahnya, pemain-pemain United cukup trengginas saat merebut bola. Tak mengherankan jika dalam 25 menit babak kedua, Tottenham tak berhasil membuat satu tembakan mengarah gawang pun.
Son dan Kane memang bisa membuat percobaan. Akan tetapi, dua upaya itu berhasil dimentahkan barisan pertahanan United.
Masuknya Christian Eriksen cukup memberi warna baru bagi permainan Tottenham. Serangan mereka jauh lebih hidup sehingga dalam kurun menit 75 hingga 85, berhasil membuat dua tembakan mengarah gawang.
Tekanan Tottenham tambah intens di pengujung laga. Mereka mencoba mendikte para pemain United lewat umpan-umpan pendek.
Meski demikian, United masih bisa membuat dua serangan balik saat injury time empat menit. Tepat sekali. Rashford adalah biang kerok yang membuat suporter Tottenham ketar-ketir di ujung laga.
ADVERTISEMENT
Bukan berarti Tottenham hanya asal menguasai bola. Dalam situasi genting ini, yang membahayakan bukan hanya Rashford. Alli pun demikian. Pada menit 90+3' ia membuat tembakan mengarah gawang yang masih bisa ditangkap oleh De Gea.
Akan tetapi, tak ada gol lagi yang bisa dibuat kedua tim. Laga tuntas dengan kemenangan 2-1 untuk United. Duel selesai dengan kekalahan pertama Mourinho sebagai pelatih Tottenham.
-----
Mau nonton bola langsung di Inggris? Ayo, ikutan Home of Premier League. Semua biaya ditanggung kumparan dan Supersoccer, gratis! Ayo, buruan daftar di sini. Tersedia juga hadiah bulanan berupa Polytron Smart TV, langganan Mola TV, dan jersi original.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan