kumparan
29 Jan 2019 0:49 WIB

Carlos Queiroz Mundur Usai Iran Tersingkir dari Piala Asia

Carlos Queiroz mendampingi Iran di semifinal Piala Asia. (Foto: Reuters/Suhaib Salem)
Kekalahan 0-3 yang diderita Iran pada laga semifinal Piala Asia 2019 menghadapi Jepang, Senin (28/1/2019) malam WIB, berbuntut pada pengunduran diri pelatih Carlos Queiroz.
ADVERTISEMENT
Iran tampil di Piala Asia kali ini sebagai salah satu unggulan yang punya ambisi besar. Mereka adalah negara Asia dengan peringkat FIFA tertinggi, tetapi belum pernah lagi jadi juara di level kontinental sejak 1976. Di turnamen kali ini, Iran berburu titel keempatnya.
Di fase grup, Iran tergabung bersama Irak, Vietnam, dan Yaman. Dengan dua kemenangan plus satu hasil imbang, Sardar Azmoun dkk. lolos ke babak gugur sebagai juara grup. Kemenangan atas Oman di perdelapan final dan Republik Rakyat China di perempat final akhirnya mengantarkan Iran ke semifinal.
Pada pertandingan semifinal itu Iran sebenarnya tampil cukup bagus, terutama pada babak pertama. Akan tetapi, setelah Jepang berhasil mencuri gol pertama lewat Yuya Osako, permainan Team Melli berantakan sehingga kemasukan dua gol tambahan. Iran pun dipastikan kembali gagal meraih gelar juara.
ADVERTISEMENT
Queiroz sendiri mulai membesut Iran pada 2011 usai dipecat sebagai pelatih Portugal. Di Iran, pria kelahiran Mozambik itu menjadi pelatih dengan masa bakti terlama. Dia juga mencatatkan rekor tersendiri lewat keberhasilannya membawa Iran berlaga di dua Piala Dunia beruntun.
"Kupikir hal termudah saat ini adalah mengutip lagu lawas: 'dan sekarang, akhirku sudah tiba'," kata Queiroz, merujuk lirik lagu 'My Way' yang sebenarnya tak berbunyi seperti itu.
"Aku bahagia dan bangga bisa berkata bahwa aku telah melakukannya dengan caraku sendiri," pungkas pria 65 tahun tersebut.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan