kumparan
2 September 2019 12:30

Catat Awal Baik di Inter, Lukaku Mengaku Bahagia

Romelu Lukaku
Romelu Lukaku kala diperkenalkan sebagai pemain baru Inter. Foto: Dok. F.C. Internazioale Milano
Romelu Lukaku berhasil membuka kariernya bersama Inter Milan dengan impresif. Dua laga perdana di Serie A berhasil ia lewati dengan torehan dua gol. Lukaku pun mengaku bahagia bisa melakukan hal seperti itu.
ADVERTISEMENT
Di laga perdana Serie A Inter, melawan Lecce (27/8/2019), Lukaku sukses mengemas satu gol. Eks penyerang Manchester United itu menyambar bola hasil antisipasi kiper Lecce, Gabriel, yang tidak sempurna.
Di laga kedua melawan Cagliari yang baru berlangsung pada Senin (2/2/2019) dini hari WIB, Lukaku juga menyumbangkan satu gol untuk Inter. Penyerang asal Belgia itu sukses mengeksekusi penalti dengan sempurna setelah Stefano Sensi dijatuhkan.
Hebatnya, Lukaku melakukan tugasnya itu di bawah terpaan ejekan bermuatan rasialisme dari suporter Cagliari. Gol tersebut kemudian tak hanya membungkam suporter-suporter yang rasialis itu, tetapi juga membawa Inter menang dengan skor 2-1.
Lukaku pribadi mengaku bahagia dengan gol-golnya. Namun, pria berusia 26 tahun itu menyatakan bahwa ia juga ingin memberikan sumbangsih lain, seperti misalnya assist. Ia juga menegaskan bahwa yang terpenting adalah timnya meraih hasil positif.
ADVERTISEMENT
“Saya sangat bahagia dengan dua kemenangan pertama kami dan kemenangan melawan Cagliari. Melawan Cagliari sangat sulit. Kami harus bertarung sampai akhir. Namun, memang itu yang harus kami lakukan tiap laga,” ucap Lukaku kepada InterTV.
“Mencetak gol ketika mengenakan seragam ini sangat luar biasa rasanya. Saya ingin membantu tim ini terus dengan cara yang lain juga, seperti memberikan assist. Saya ingin terus memberikan penampilan seperti ini,” tambahnya.
Kredit besar tentu layak disematkan bagi Lukaku. Ia mampu menjaga fokusnya, bahkan setelah melewati hal yang amat tidak menyenangkan. Ia juga berhasil membuktikan bahwa dirinya masih termasuk ke dalam jajaran penyerang elit Eropa.
Kendati begitu, Lukaku tak lupa memberikan kredit kepada partnernya di lini depan Inter, Lautaro Martinez. Dalam skema 3-5-2 andalan pelatih Inter, Antonio Conte, Lukaku dan Martinez memang diplot sebagai dua ujung tombak.
ADVERTISEMENT
Hasilnya terbukti moncer, tak hanya bagi Lukaku, tetapi juga bagi Martinez. Dua gol juga sudah dikemas oleh penyerang asal Argentina tersebut. Lukaku pun mengakui bahwa kerja samanya dengan Martinez semakin baik tiap harinya.
“Kerja sama kami semakin baik tiap minggunya, dan saya bahagia ia bisa mencetak gol. Kini, kami akan menjalani pertandingan bersama tim nasional. Penting bagi kami untuk kembali dengan kondisi yang baik dan bekerja untuk laga kandang melawan Udinesa dan Slavia Praha.”
Romelu Lukaku, Lautaro Martinez
Romelu Lukaku merayakan gol bersama Lautaro Martinez. Foto: Dok. Internazionale Milano
Satu orang lagi yang patut diberi kredit adalah Conte. Pelatih asal Italia itu berhasil memaksimalkan kemampuan Lukaku dengan baik. Sesuatu yang wajar, memang, mengingat Conte pribadilah yang ‘memaksa’ Inter membeli Lukaku.
Namun, Conte juga berhasil mengasah Lukaku menjadi semakin baik. Per FourFourTwo, salah satu caranya adalah dengan membuat sang penyerang menjalani Bresaola Diet—diet yang fokus pada sayuran dan daging berwarna putih.
ADVERTISEMENT
Lewat diet tersebut, Lukaku, yang sempat dinilai kegemukan di United, berhasil menurunkan berat badannya sampai tiga kilo. Tentu saja, turunnya berat badan Lukaku ini menjadi salah satu alasan mengapa ia bisa tampil impresif di awal kariernya bersama Inter.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan