kumparan
10 Oktober 2019 17:32

Curhatan Wenger soal Hengkangnya Gnabry dari Arsenal

Serge Gnabry
Serge Gnabry dalam laga persahabatan Arsenal vs Nagoya Grampus. Foto: Toshifumi Kitamura
Serge Gnabry menjadi sensasi. Belum lama ini ia mengantar Bayern Muenchen berpesta di kandang Tottenham Hotspur pada pentas Liga Champions. Pemain berusia 22 tahun itu memborong 4 dari total 7 gol yang dibuat Die Roten.
ADVERTISEMENT
Kamis (10/10/2019) dini hari tadi jadi pembuktian teraktual Gnabry. Ia mencetak sebiji gol ke gawang Argentina di laga uji tanding. Lesakan yang mengantar Gnabry jadi pencetak 10 gol tercepat sepanjang sejarah Jerman --mengalahkan Miroslav Klose.
Timnas Jerman
Para pemain Jerman merayakan gol yang dicetak Gnabry. Foto: REUTERS/Ralph Orlowski
Jauh sebelum itu dentuman sensasi itu terjadi, Gnabry pernah menelan pengalaman pahit di Inggris. Dikatakan demikian karena ia cuma tampil sebanyak 18 kali dengan sumbangsih satu gol dan dua assist dalam kurun waktu lima musim.
Betul, Gnabry saat itu terdaftar sebagai penggawa Arsenal. Sebelum akhirnya hengkang ke Werder Bremen dan menjadi penggawa Bayern. Anomali ini membuat Arsenal sedikit terpojok. Mereka dianggap gagal dalam membina pemain muda potensial.
Arsene Wenger kemudian angkat bicara soal ini. Arsitek yang 22 tahun menukangi Arsenal itu mengklarifikasi bahwa pihak klub sebenarnya sudah berencana untuk memperpanjang kontrak Gnabry. Akan tetapi, Bayern kemudian datang dan menggagalkan semuanya.
ADVERTISEMENT
"Kami mencoba memperpanjang kontraknya untuk waktu yang sangat lama dan saya pikir Bayern memanipulasi ini dari belakang layar, bahwa jika ia pergi ke Bremen, ia akan bergabung dengan Bayern setelahnya," kata Wenger kepada beIN Sports.
"Dia adalah pemain yang sangat berbakat yang terkadang masih kurang percaya diri. Akan tetapi, kami selalu berpikir bahwa ia adalah pemain yang bisa mencapai banyak hal," lanjut Wenger.
Serge Gnabry
Gnabry saat berseragam Bremen. Foto: Carmen Jaspersen/dpa via AP
Arsenal memboyong Gnabry pada 2011 dari Stuttgart, saat usianya masih menginjak 16 tahun. Setelah bermain untuk tim junior The Gunners, Gnabry akhirnya memainkan laga debutnya di ajang Piala Liga edisi 2012/13. Di musim yang sama pula, ia melakoni laga perdananya di Premier League melawan Norwich City.
ADVERTISEMENT
Arsenal memang kalah waktu itu. Namun, Gnabry boleh bangga karena ia menjadi pemain termuda kedua Arsenal yang tampil di Premier League setelah Jack Wilshere.
Sayang, kariernya melambat di musim 2014/15 lantaran cedera. Seperti biasa, Arsenal memutuskan untuk meminjamkannya pemainnya ke klub lain untuk memperbaiki performa di musim selanjutnya. Pilihan Arsenal jatuh ke West Bromwich Albion.
Hasilnya gagal total. Gnabry pun dikembalikan ke Arsenal di pertengahan musim. Hingga akhirnya Gnabry memutuskan untuk bergabung dengan Bremen di musim panas 2016/17. Biaya transfernya kala itu hanya 5 juta poundsterling.
"Dia kembali dari pengalaman yang sangat buruk (saat dipinjamkan) di West Brom di mana kepercayaannya dihancurkan. Saya mencoba membangunnya kembali karena saya percaya kepadanya," lanjut Wenger.
ADVERTISEMENT
Nasi sudah menjadi bubur. Hampir mustahil berharap Gnabry bakal kembali ke Emirates Stadium. Pemain berambut afro itu perlahan mampu menancapkan eksistensinya bersama Bayern.
Dalam perspektif lain, Gnabry masih menujukkan kecintaanya kepada Arsenal. Sesaat setelah membenamkan Spurs, ia mengunggah caption "London Utara itu Merah" di akun Twitter-nya. Ya, pernyataan bahwa London Utara itu milik Arsenal, bukan Spurs.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan