kumparan
29 November 2019 4:55

Daichi Kamada Gemilang, Eintracht Frankfurt Gebuk Arsenal

Daichi Kamada (P)
Daichi Kamada semringah. Foto: Reuters/Paul Childs
Eintracht Frankfurt memperbesar peluang lolos ke fase gugur Liga Europa usai menumbangkan Arsenal 2-1 dalam pertandingan matchday kelima di Emirates Stadium, Jumat (29/11/2019) dini hari WIB.
ADVERTISEMENT
Arsenal unggul lebih dulu dalam laga ini melalui sepakan Pierre-Emerick Aubameyang (45'+2). Namun, pada babak kedua, pemain asal Jepang, Daichi Kamada, sukses mencetak dua gol (55' & 63') untuk membawa Eintracht memetik poin penuh.
Tambahan tiga angka dari laga ini membuat Eintracht naik ke urutan kedua klasemen Grup F dengan koleksi 9 poin. Mereka memang belum bisa lolos karena pesaing terdekatnya, Standard Liege, hanya tertinggal dua angka. Namun, peluang Die Adler lolos tetap membesar.
***
Granit Xhaka tampil untuk pertama kalinya bagi Arsenal setelah disoraki suporternya sendiri di laga melawan Crystal Palace. Pemain asal Swiss itu mengawal lini tengah bersama Joe Willock dalam pakem 3-4-3.
Tim tamu Eintracht Frankfurt juga bermain dengan pola tiga bek. Bedanya, mereka tampil dengan susunan 3-4-1-2 di mana Daichi Kamada menyokong duet Andre Silva-Goncalo Paciencia.
ADVERTISEMENT
Bermain di stadion yang cuma separuh terisi—karena ketidakpedulian fan Arsenal terhadap Liga Europa dan larangan datang bagi suporter Eintracht—tuan rumah mengambil alih kendali laga terlebih dahulu.
Mereka pun berhasil mendapatkan dua kans bagus lewat skema sepak pojok yang semuanya disambut dengan baik oleh Gabriel Martinelli. Sayang, sepakan dan sundulan pemuda Brasil itu masih bisa dihalau.
Namun, setelah itu, Arsenal mulai kesulitan. Makin disiplinnya para pemain Eintracht jadi persoalan. Meski unggul dalam penguasaan bola dan bisa melepas lebih banyak tembakan, 'Meriam London' masih mejan.
Pierre-Emerick Aubameyang (C)
Pierre-Emerick Aubameyang merayakan gol ke gawang Eintracht. Foto: Reuters/Paul Childs
Di sisi lain, perlawanan Eintracht hanya mentok sampai 'menyulitkan Arsenal membuat peluang'. Mereka sendiri tidak bisa betul-betul mengembangkan permainan, lebih-lebih mengancam gawang Emiliano Martinez.
Peluang emas baru hadir lagi di menit ke-40 ketika Bukayo Saka tinggal berhadapan dengan kiper Eintracht, Frederik Ronnow, usai menerima umpan Willock. Namun, sepakan Saka masih bisa diblok.
ADVERTISEMENT
Sayangnya, lima menit kemudian Ronnow harus memungut bola dari gawangnya karena tak mampu menghalau sepakan keras Pierre-Emerick Aubameyang dengan sempurna. Arsenal pun bisa menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0.
Mengawali babak kedua, Arsenal langsung mengancam gawang Eintracht melalui akselerasi Willock. Akan tetapi, eksekusi pemain 20 tahun tersebut masih terlalu lemah dan mudah dibaca kiper lawan.
Arsenal, Eintracht
Daichi Kamada mencetak gol ke gawang Arsenal. Foto: Reuters/Paul Childs
Kegagalan Willock itu, secara tidak langsung, menumbuhkan asa bagi para pemain Eintracht. Mereka pun kemudian balik menekan Arsenal hingga akhirnya sukses mencuri gol pada menit ke-55 lewat aksi brilian Kamada.
Menerima umpan Danny da Costa, Kamada menggiring bola melewati dua pemain belakang Arsenal sebelum melepas tembakan melengkung dari luar kotak penalti yang tidak mampu dijangkau Martinez.
ADVERTISEMENT
Situasi ini direspons pelatih Unai Emery dengan memasukkan playmaker asal Jerman, Mesut Oezil, untuk menggantikan Martinelli. Pada titik ini, formasi bermain Arsenal berubah menjadi 4-2-3-1 karena sebelumnya Mateo Guendouzi juga sudah masuk menggantikan David Luiz yang cedera.
Namun, masuknya Oezil tak membantu. Justru, Arsenal kembali harus kebobolan pada menit ke-63. Lagi-lagi Kamada yang menjadi antagonis bagi tuan rumah dan lagi-lagi pula gol dicetaknya dari luar kotak penalti.
Eintracht Frankfurt (C)
Pemain-pemain Eintracht Frankfurt menyelamati Daichi Kamada atas golnya ke gawang Arsenal. Foto: AFP/Daniel Leal-Olivas
Jika gol pertama lahir dari open play, gol kedua bermula dari sepak pojok. Bola muntah yang lahir dari sepak pojok itu mendarat di kaki Kamada dan si pemain Jepang kemudian melepas tembakan keras mendatar ke pojok kanan gawang.
Dalam kondisi tertinggal, Arsenal meningkatkan intensitas tekanannya. Namun, hasil akhir yang mereka harapkan tak bisa didapat karena Eintracht sukses menjaga kerapatan lini pertahanan dengan baik.
ADVERTISEMENT
Di sepuluh menit terakhir pertandingan, situasi Arsenal malah memburuk. Eintracht berhasil melancarkan tekanan bertubi-tubi dan menciptakan sedikitnya dua peluang. Syukurnya, para pemain depan Eintracht kurang tenang dalam melakukan eksekusi.
Dengan demikian, sampai akhir pertandingan, skor 2-1 untuk kemenangan Eintracht Frankfurt bertahan. Bagi Arsenal, ini adalah kekalahan perdana mereka di Liga Europa musim ini. Beruntung, mereka mereka masih ada di puncak klasemen dengan raihan 10 angka.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan